Laporan : Sandi/Eka rufa*||
Cianjur – CianjurPolitan.news,
Pasangan suami istri (Pasutri) bernama Arifin (65) dengan Iiss (75) warga Kampung Simpang Jambe RT 01/02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat, tinggal di gubuk tidak layak huni tanpa penerangan cahaya listrik.

Menurut informasi keduanya tinggal di gubuk reyotnya yang berukuran 3 x 3 meter, berdinding bilik bolong, bertiang bambu lapuk tanpa listrik itu sudah bertahun-tahun lamanya.
Mirisnya lagi, kendati sudah bertahun-tahun seperti itu belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah padahal pemerintah sama sekali.
Padahal saat ini pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah sedang gencar-gencar nya mengucurkan anggaran untuk Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Saat ditemui wartawan, Emak Iiss mengatakan, tanah yang yang ditinggalinya milik orang lain, ia bersama suaminya hanya numpang menempati gubuk reyot itu sudah lebih kurang 4 tahun.
“Dulu memang pernah mendapat bantuan PKH, tapi sekarang tidak dapat lagi. Kalau bantuan rumah belum pernah, padahal emak sangat membutuhkannya apalagi saat ini cari duit sekarang sulit,” katanya saat ditemui, Senin (07/02/2022).
Ia melanjutkan, kalau untuk makan sehari-hari suaminya memang suka kerja serabutan seperti cuci baju sama tukang pijit, menskipun kadang ada kadang nggak. Tapi untungnya anak-anak emak Iiss sudah nikah dan dibawa suaminya.
“Disisa umur ini, emak berharap bisa punya rumah yang layak dibuni, mau dari pemerintah atau dari manapun. Karena selama ini belum dilirik pemerintah untuk pembangunan rumah layak,” harapnya.






