
Bogorpolitan.com, Babakanmadang- Harapan Kelompok Tani (Poktan) Putra Harapan 2 untuk memetik hasil panen kopi robusta harus pupus seketika. Sekitar 8 kwintal buah kopi yang siap dipanen di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dilaporkan hilang dijarah pada Rabu (30/04/2026) dini hari.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh para petani saat hendak melakukan persiapan panen. Alih-alih memetik buah kopi yang telah matang, mereka justru mendapati kebun dalam kondisi rusak dan kosong.
“Diperkirakan kejadiannya tadi malam. Padahal besok kami sudah rencanakan panen,” ujar Ketua Poktan Putra Harapan 2, H. Entib, dengan nada kecewa.
Menurutnya, buah kopi yang hilang berada di dua titik lahan, yakni kebun 2 dan kebun 3. Seluruh buah kopi yang telah siap petik dilaporkan lenyap tanpa sisa. Tidak hanya itu, sejumlah tanaman juga ditemukan dalam kondisi rusak.
“Semuanya habis, tidak tersisa. Bahkan pohon-pohon kopi banyak yang roboh dirusak,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, para petani ditaksir mengalami kerugian hingga Rp8 juta. Nilai tersebut belum termasuk potensi hasil panen lanjutan yang turut terdampak akibat kerusakan tanaman.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan kepada aparat lingkungan setempat, mulai dari Ketua RT dan RW hingga Pemerintah Desa Karang Tengah.
Pihak kelompok tani juga telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Karang Tengah, Aipda Ujang Umaludin.
“Hari ini kami akan membuat laporan resmi ke Polsek Babakan Madang,” kata Entib.
Kopi robusta yang dibudidayakan Poktan Putra Harapan 2 ditanam di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi, pada ketinggian 600-800 meter di atas permukaan laut. Meski berada di ketinggian yang relatif rendah untuk kopi, kualitas hasil panennya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Perkebunan kopi ini telah dirintis sejak tahun 1990-an dan kembali dikembangkan secara intensif sejak 2017.
Berkat konsistensi para petani, kopi robusta dari kelompok ini bahkan mampu menembus ajang kompetisi bergengsi.
Pada 2019, kopi produksi mereka berhasil masuk lima besar dalam festival kopi di Prancis. Sementara pada tingkat nasional, mereka juga menorehkan prestasi dengan masuk 10 besar dalam festival kopi di Yogyakarta pada 2018.
Peristiwa pencurian ini menjadi pukulan berat, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga terhadap semangat para petani yang selama ini berupaya menjaga kualitas dan reputasi kopi lokal.
Para petani berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengawasan di wilayah perkebunan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.





