Edukasi Tambang dan UMKM, Kunjungan PWAT ke UBPE Pongkor Penuh Makna

0
13 views
Ketua Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) unit UPBE Pongkor Hilda Nilus (Kanan) melakukan penyerahan cinderamata kepada Ketua Umum Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) Pusat Gustina Untung, dalam rangka kunjungan kerja dan penguatan sinergi, Selasa (28/04/2026).

Bogorpolitan.com, Nanggung- Ketua Umum Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT), Gustina Untung, memimpin kunjungan kerja ke Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda PWAT dalam memperluas wawasan anggota sekaligus mempererat silaturahmi antar unit.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Memperluas Cakrawala”, kunjungan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari ramah tamah, mengunjungi Museum Tambang Bawah Tanah Geopark Pongkor hingga penampilan seni tari jaipong dan melihat UMKM hasil binaan UBPE Pongkor.

Dalam kesempatan itu, PWAT juga menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Terima kasih, kunjungan ini sangat luar biasa,” ujar Gustina Untung.

Sementara itu, Java Region CSR & ER Sub Division Head PT Antam Tbk, Agustinus Toko Susetio, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari program PWAT untuk mengenal lebih dekat industri pertambangan di berbagai wilayah, termasuk UBPE Pongkor.

Menurutnya, kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada anggota PWAT, khususnya terkait operasional tambang bawah tanah yang masih belum banyak diketahui.

“Kami langsung memberikan gambaran bagaimana proses penambangan bawah tanah di Pongkor, termasuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang kami jalankan serta kontribusi perusahaan bagi negara dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat binaan Antam, seperti kelompok wanita tani, persemaian Cisangku dan pelaku usaha kreatif ecoprint.

Produk-produk tersebut merupakan hasil pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang selama ini didorong perusahaan.

Agustinus menambahkan, hasil pembinaan di persemaian MKK Cisangku bahkan telah memberikan manfaat luas.

Bibit tanaman yang dikembangkan telah digunakan di berbagai wilayah Bogor, termasuk oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk program penghijauan dan pengembangan hutan kota.

Selain itu, rombongan PWAT juga diajak mengunjungi Museum Tambang Bawah Tanah Geopark Pongkor.

Museum tersebut dibangun sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan pascatambang menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis geopark.

“Ke depan, museum ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran mengenai tambang bawah tanah, yang jumlahnya masih terbatas di Indonesia. Lokasinya yang dekat dari Jakarta juga menjadi potensi besar untuk edukasi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, saat ini kunjungan ke area tambang masih dibatasi mengingat aktivitas operasional yang masih berjalan serta pertimbangan keselamatan.

Agustinus juga menegaskan bahwa Antam terus bersinergi dengan PWAT dalam berbagai program, mulai dari ketahanan pangan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan di Pongkor, tetapi juga di berbagai wilayah operasional lainnya.

Salah satu fokus utama program CSR Antam adalah pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

“Ketika perempuan berdaya, mereka mampu menularkan kemandirian kepada anak-anaknya. Peran wanita sangat penting, baik dalam menopang ekonomi keluarga maupun dalam mendampingi anak untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (And)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini