Laporan : Eka rufa / Sandi ||
Cianjur – BogorPolitan,
FKOK Cianjur Ngahiji datangi Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Jalan Pangeran Hidayatullah, No.10 D Rt 02/15, Kel. Sawah Gede, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat, untuk mengadakan audien terkait pengaduan masyarakat, Senin (07/02/2022).
Usai melaksanakan audiensi Ketua FKOK Cianjur Ngahiji Iwan Mustofa menyampaikan, kedatangannya bersama rekan-rekan di bawah naungan Cianjur Ngahiji, karena mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat. Diantaranya ketika mau masuk kerja di pabrik, itu harus melalui calo-calo dan harus berbayar hingga jutaan rupiah.
“Dengan adanya seperti itu kita merasa prihatin. Maka dari itu kedepan semua menyepakati untuk menghilangkan hal-hal demikian,” kata Iwan.
Nah untuk itu, lanjut Iwan, Disnakertrans Cianjur harus bisa memfasilitasi adanya hal-hal yang tidak baik seperti itu. Mau bagaimana kalo di Cianjur masih ada calo-calo seperti itu, ketika ada warga masyarakat yang mau masuk kerja ke pabrik.
“Alhamdulillah Disnakertrans juga menyambut baik. Berdasarkan hasil auden barusan, kita akan bersama-sama duduk bareng dengan perusahaan untuk mencari solusi jangan sampai masyarakat kecil mau bekerja harus melalui oknum-oknum calo dan harus berbayar,” ucapnya.
Iwan pun sangat menyayangkan manakala ada masyarakat kecil yang mau bekerja malah dimintai uang. Padahal alasannya ingin bekerja adalah untuk mencari uang bukan mengeluarkan uang.
“Tadi juga Disnakertrans menyampaikan akan memanggil pihak perusahaan untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik untuk masayarakat Cianjur,” ujarnya.
Disinggung terkait adanya oknum-oknum calo yang sudah berjalan cukup lama sampai saat ini, Iwan menjawab tak perlu melihat kebelakang. Karena tidak akan pernah selesai.
“Intinya mulai hari ini, kita sepakati semua menginginkan Cianjur menjadi jauh lebih baik. Dan kalaupun masih ada yang seperti itu (praktek percaloan), pihak Disnakertrans meminta untuk di polisikan saja kalau memang benar-benar terbukti dan sudah pasti akan kita kawal terus,” tutupnya.
Terpisah, Endan Hamdani Kadisnakertrans Cianjur mengakui bahwa Pemerintah Daerah Cianjur membutuhkan adanya dukungan dari stekeholder terutama dibidang ketenaga kerjaan.
“Angka pengangguran di Cianjur berada di kisaran 9.32 persen. Mudah-mudahan, ketika ada dukungan dari para LSM dan Ormas angka tersebut bisa menurun lagi. Sehingga ketika mereka sudah bisa bekerja akan meningkatkan daya beli dan laju perekonomian di Cianjur akan lebih maju,” aku Endan saat ditemui di ruang kerjanya usai audiensi.






