Mewujudkan Kesehatan Reproduksi Laki-laki, FWBB Gelar Baksos Khitan Massal

0
872 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,
Diselenggarakan secara sederhana dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan di Yonkes 1 Kostrad, Jl. Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/2/2021).
Kegiatan yang di gelar ini , masih dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 75 tahun pada tanggal 9 Februari lalu jadi momentum awal Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB) mengadakan kegiatan bakti sosial dan gelaran Bakti Sosial Khitanan massal ini FWBB bekerjasama dengan Yonkes 1 Kostrad dan Indonesia Grand Vitara Chapter Jakarta dan rencananya kegiatan bakti sosial serupa akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan.

Target peserta khitanan massal ini adalah anak-anak warga dari beberapa desa yang mayoritas berasal dari beberapa keluarga kurang mampu,setiap peserta khiutanan massal mendapatkan goody bag berupa baju koko,peci,sarung,celana khitan,snack dan juga uang santunan.

Kegiatan yang dimulai pagi hari tersebut diiringi cuaca yang sangat cerah ditambah dihadiri Kepala Dinas Komunikasi Kabupaten Bogor R.Iwan Purnawan,Ketua PWI Kabupaten Bogor H.Subagiyo,Camat Bojonggede Dace Hatomi,Kades Cimanggis Abdul Azis Anwar.
Dimulai dengan pembacaan do’a berlanjut potong tumpeng masing-masing undangan yang tersebut diatas turut memberi sambutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosial seperti ini karena dapat membantu masyarakat terutama di tengah kondisi dampak pandemi seperti saat ini,semoga kedepannya FWBB bisa lebih maju dan sukses”ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor,R.Irwan purnawan.
Hal senada juga disampaikan Ketua PWI Kabupaten Bogor H.Subagiyo “Kegiatan-kegiatan sosial seperti ini patut jadi contoh oleh forum atau organisasi kewartawanan” Lugas Ketua PWI Kabupaten Bogor yang sebagaimana diketahui PWI adalah Organisasi pendahulu dan pertama yang berdiri untuk profesi wartawan di Indonesia

Sementara itu, Kepala Klinik RS Yonkes 1 Kostrad, dr Yudho menjelaskan, ” Metode yang digunakan untuk proses khitan kali ini berbeda dengan proses khitan sebelumnya. Kalau sebelumnya pakai penjepit dan alat potong, saat ini menggunakan metode Cauter atau laser, Cauter atau bedah listrik ini untuk memotong kulit penis,” katanya.
Lebih lanjut, kata Dr Yudho, Alat cauter akan memotong kulit tanpa menimbulkan perdarahan karena memiliki sifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut.
Di kesempatan itu juga Jurnalis BogorPolitan mengajak berbincang salah satu orang tua peserta khitan massal, Aminah (35) menuturkan sangat bersyukur dapat informasi gelaran khitan massal “saya langsung daftarkan anak saya dan Alhamdulillah masih bisa diterima panitia karena panitia membatasi peserta hanya 24 anak,anak saya senang bukan main karena memang sebelumnya sudah menyatakan keberanian di sunat”
Aminah merasa terbantu hajat hidupnya di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi seperti pandemi saat ini, suaminya buruh serabutan yang penghasilan kadang hanya cukup buat makan sehari-hari.

Ekspresi anak-anak saat khitan pun beragam. “Mereka ada yang berteriak-teriak menahan sakit, ada pula yang hanya meringis menahan sakit. bahkan ada yang terlihat memegang orangtuanya dengan kuat agar tidak merasakan sakit.

Di sela-sela acara, Ketua FWBB Iwan Boring, menuturkan ucapan terimakasih kepada Yonkes, Kadis Kominfo, Ketua PWI dan tamu undangan sudah mendukung kegiatan ini, semoga kedepan baik pemerintahan atau instansi dapat bersinergi dalam kegiatan – kegiatan yang sifatnya sosial guna kepentingan masyarakat banyak.

Aksi sosial yang digelar FWBB ini patut di apresiasi karena bertujuan membantu keluarga kurang mampu dan jadi sebuah bentuk “life balance” atau keseimbangan hidup baik untuk kehidupan berorganisasi maupun kehidupan pribadi para anggotanya yang setiap harinya di sibukkan pekerjaan sampai permasalahan hidup.

Tujuan paling mulia kegiatan khitan bukan hanya berkaitan dengan agama tetapi juga untuk mewujudkan kesehatan reproduksi laki-laki.
Dengan melakukan khitan atau sunat, laki-laki akan tercegah dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan reproduksi.

(Retno Handayani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini