BogorPolitan – Leuwiliang,
Maksimalisasi sosialisasi, serta himbauan Kepala Desa Cibeber 2, bersama jajarannya, guna pencegahan dalam penguatan imunitas atas Corona Virus Disease 19 (COVID-19) bagi masyarakat secara keseluruhan, salah satunya melalui pesan group whatsapp, dirasa kurang optimal, karena pencapaiannya masih belum sesuai.
Maka dari itu, Kepala Desa Cibeber 2, Suarjo berinisiatif terjun langsung kemasyarakat, untuk menanyakan terkait persoalan utama yang ada, ternyata menurutnya bukan sebuah penolakan, namun hanya ada rasa takut saat disuntiknya.
“Terkait penolakan vaksinasi dimasyarakat, bukannya enggak mau divaksin, namun hanya ada rasa takut, dengan alasan takut disuntiknya aja, kebanyakan alasannya begitu, saya harap semua masyarakat dapat melakukan vaksinasi, namun kita kembalikan lagi kemasyarakanya, karena kita tidak boleh maksa,
Untuk masyarakat umum, kemarin dilaksana kan di Kantor Kecamatan, kita selalu intens mensosialisasikannya melalui group whatsapp RT, RW, Desa, diantaranya menyampaikan kabar jadwalnya,” kata Suarjo, ketika dijumpai di Kantornya, Rabu, 28/07/2021.
Suarjo menambahkan, Vaksinasi untuk pelayan Publik sudah mencapai 60 persen, yang sudah melakukan yang ke 2 kali. “Target vaksinasi Rt, RW dan perangkat Desa sudah mencapai 60 -70 persen, karena pernah Desa belum ada targetkan, hanya bagi pelayanan masyarakat aja, termasuk guru ngaji, dengan jumlah 197 orang, yang sudah melakukan baru 110-an,
Semuanya sudah melakukan vaksinasi kedua, sudah beres, Alhamdulillah semua baik – baik saja, tidak ada keluhan apapun, setelah melakukan vaksinasi yang pertama, juga kelanjutannya, namun setelah melakukan yang kedua hanya merasakan ngantuk dan lapar,” pungkas Suarjo. (Ipay).






