BogorPolitan – Leuwiliang.
Laporan M. Ilyas (Ipay),
Hasil pertemuan diakhir tahun 2021, antara Forecast bersama para aktivis Bogor Barat, yang juga dihadiri dari Bogor Timur sebagai Repleksi evaluasi kinerja Kabupaten Bogor tentang adanya kemacetan jalur Jasinga – Bogor.

Wacana adanya jalur alternatif yang direncanakan Pemda Kabupaten Bogor, hanya sebuah retorika belaka, nyatanya Jalan yang dipergunakan masih warisan Belanda.
“Kendala kemacetan yang selalu terjadi di wilayah Bogor Barat, sampai saat ini dari mulai jaman Sukarno Presidennya, sampai dengan Bapak Jokowidodo, belum mampu merealisasikan jalan ataupun pelebaran, ataupun jalan alternatif dari Jasinga ke Bogor,” katanya.
Menurut Ki Jalu Jalan Nasional yang saat ini di gunakan masih warisan Belanda pada masa Gubernur Jenderal Daendels.
“Jalan ini satu satunya akses ke Bogor Barat itu warisan dari kolonial Belanda Gubernur Jenderal Daendels, jadi kalau masyarakat kiblatnya ke Belanda wajar karena warisannya masih dipergunakan oleh masyarakat Bogor Barat,” lanjutnya.
Masih kata Ki Jalu, “sekelas presiden saja tidak mampu, apalagi sekelas Bupati, bagaimana mau mampu, merdeka saja tahun 1945 sampai dengan sekarang sudah di usia 76 tahun, belum terlihat di Wilayah Bogor Barat terutama terkait jalan. Semoga suara saya bisa di dengar Bapak Presiden Joko Widodo, semoga sehat, karena beliau ini Presiden yang kerjanya nyata, aspirasi dari masyarakat Bogor Barat, yang diwakili oleh AMPB, Forecast, bisa sampai kepada penentu kebijakan,” tegasnya.






