BogorPolitan – Kab. Bogor,
Imbas merebaknya wabah penyakit Corona Covid 19 sejak bulan Maret 2020 membuat berbagai aktifitas kegiatan terhambat salah satunya dibidang pendidikan. Sejak pemerintah mengeluarkan aturan PSBB, peserta didik mulai melaksanakan pembelajaran jarak jauh. PJJ atau pembelajaran jarak jauh bisa dilaksanakan melalui daring dan juga luring.
SMPN 2 Sukaraja yang berada di Jl. Baru Sentul Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor melaksanakan Pembelajaran dengan Moda Daring, sebagaimana disampaikan Kepala SMPN 2 Sukaraja Dedi Budi Sumardi kemaren diruang kerjanya.
“Sejumlah 400 siswa melaksanakan PJJ dengan Moda Daring, Alhamdulillah sampai saat ini berlangsung lancar, aman dan nyaman, tidak ada gangguan yang berarti anakpun enjoy dan antusias,” ujar Dedi.
Dari awal pandemi Corona melanda Indonesia yaitu diakhir tahun ajaran kita sudah melaksanakan pembelajaran daring, pembelajaran saat itu belum begitu gencar seperti sekarang karena hanya ulangan dan evaluasi saja sementara Ujian Nasionalpun ditiadakan dan kita ganti dengan Ujian Sekolah dengan Daring.
“Baru setelah PPDB ditahun ajaran baru 2020-2021 tadinya sudah kita programkan Mix antara Daring dan Luring, begitu sudah dijadwalkan karena tadinya berada di Zona Hijau akan melaksakan pem
belajaran Tatap Muka tidak bisa kita laksanakan. Pemkab Bogor kembali memperpanjang PSBB New Normal karena kembali Zona Merah jadi kita mengikuti aturan yang diberlakukan, kita tidak boleh gegabah harus mengikuti aturan dan harus koordinasi dengan Gugus Covid,” paparnya
Harus ada surat dari Gugus Covid 19, boleh tidaknya melaksanakan KBM Tatap Muka, tambahnya.
Dikatakan Dedi aplikasi yang digunakan dalam PJJ Daring ini menggunakan Ruang Guru dan WA Group dan Aplikasi yang dibuat sekolah.
Diakuinya ada 1-2 orang siswanya yang melaksanakan daring di sekolah karena keterbatasan orangtua hingga anak tidak bisa daring dirumah.
“Kita fasilitasi anak tersebut disekolah karena kita tidak bisa membantu membelikan HP pada anak,” ungkap Dedi.
Lebih jauh Dedi mengatakan terkait bantuan Quota Internet bagi siswa belum ada juklak dan juknisnya, bantuan Quota baru untuk para pendidik saja.
Tadinya kita akan mengupayakan pembelajaran tatap muka dalam 1 bulan sekali dengan jumlah maksimal 1 kelas 8 atau 9 orang tapi itupun tidak bisa kita laksanakan karena kembali wilayah kita dari hijau menjadi zona merah.
Diakhir perbincangan Dedi menghimbau pada para siswanya untuk tetap semangat belajar, ikuti aturan sering cuci tangan, keluar bila perlu saja dan memakai masker, jaga kesehatan dan jangan lupa berdoa agar Pandemi Covid 19 ini segera berakhir.
Dharmawan






