Sejarah Mencatat, Bahwa Perempuan Selalu Ada Dalam Setiap Perjuangan

0
1,149 views

BogorPolitan – Kab. Bogor,

Laporan : Retno Handayani ||

Pada bulan Februari tahun 2019, lebih dari 40 orang perempuan dan transpuan dari Eropa dan Asia Tengah bertemu di Barcelona untuk bekerja sama dalam feminisme interseksional, kebijakan narkotika,
pengurangan dampak buruk dan hak asasi manusia, di mana Deklarasi Barcelona dimulai.

Deklarasi ini merupakan seruan untuk bergabung dengan perempuan seperti mereka, yaitu perempuan yang menuntut diakhirinya Perang terhadap Narkotika/War on Drugs dan dampak negatifnya terhadap seluruh aspek kehidupan.
Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional 2019, ke 40 perempuan dan transpuan ini menyatakan dengan tegas bahwa Perang terhadap Narkotika merupakan Perang terhadap Perempuan
Pengguna NAPZA.
Pada momentum inilah, dengan bersatunya perempuan dan transpuan penyintas
perang ini kemudian disepakati dengan satu penyebutan mengganti abjad ‘a’ dengan ‘x’ yaitu Woma(x)n/Perempua(x)n.

Di Indonesia mulai dari Bogor,adalah Aksi Keadilan Indonesia (AKSI) organisasi yang didirikan untuk memberi dukungan kepada pengguna napza dan masyarakat rentan yang mencari keadilan memberikan edukasi hukum serta pendampingan hukum, baik secara litigasi maupun non-litigasi.
AKSI berharap dapat terus bertumbuh dan menangkap aspirasi baik dari daerah maupun nasional agar menjadi sebuah wadah yang dapat mewujudkan hidup sebagai manusia seutuhnya berlandaskan sila ke lima dalam Pancasila.

3 Maret 2020, Aksi Keadilan Indonesia (AKSI) menggagas dibentuknya Womxn’s
Voice yang merupakan inisiasi berkolektif asertif dari 6 orang perempuan dan transpuan di lingkar NAPZA dari wilayah Jabodetabek.
Kolektif Womxn’s Voice berkembang menjadi ruang aman untuk berkumpul,belajar dan berbaginya komunitas perempuxn di lingkar NAPZA khususnya di wilayah Jabodebek. Dengan nilai-nilai feminisme yang tertanam; Womxn’s Voice dipercaya untuk bisa mandiri dan bersama-sama memperjuangkan hak perempuxn di lingkar NAPZA serta menjadi ruang aman untuk kelompok minoritas
seksual dapat berkumpul, belajar dan berbagi di tengah gelombang intoleransi atas kegagalan kebijakan Perang terhadap Narkotika/War On Drugs yang menyebabkan munculnya kebijakan populis di tanah air
yang memicu diskriminasi terhadap perempuxn di lingkar NAPZA dalam kelompok minoritas gender lainnya.
Semangat juang Womxn’s Voice yang telah bermetamorfosa selama 2 tahun untuk menolak perluasan stigma, diskriminasi, dan kriminalisasi yang dihadapi setiap hari oleh perempuxn di lingkar NAPZA , dengan terus membangun kesadaran kritis melalui berbagai macam peningkatan kapasitas, terus menyuarakan perbaikan dan perubahan pada sistem pelarangan saat ini.
WomXn’svoice Menyadari akan perlunya
wadah yang lebih kuat secara hukum untuk memayungi semua langkah juang ini ke depannya.
Berangkat dari kebutuhan yang sama inilah, WomXnsvoice sepakat untuk berproses “Menuju Legalitas Womxn’s Voice 2022”.

Berlokasi di Papyrus Tropical Hotel 23- 25 Mei 2022, AKSI Keadilan Indonesia memfasilitasi pertemuan konsultasi rencana strategis dan kerangka kerja kelompok perempuan dan transpuan pengguna napza ( WomXnsvoice ).
Pertemuan yang dihadiri oleh 20 peserta dari Bogor Raya, Bekasi Depok dan DKI  Jakarta ini menyusun rencana kerja 5 tahun ke depan dan persiapan menuju organisasi  mandiri dan independent memperjuangkan hak-hak sipil perempuan dan transpuan pengguna napza di Nusantara.

Selama 3 hari berproses di kegiatan yang didukung oleh Woman Fund Asia WomXnsvoice melihat menganalisa  masalah, mencari  solusi dan memetakan situasi perempuan dan transpuan di wilayah kerjanya sekaligus menentukan  sekutu yang mampu mendukung kerja-kerja  Womxn’s Voice ke depannya, semoga mampu menjawab mimpi perempuan dan transpuan pengguna Napza di Indonesia.

Jangan tutup mata sedari dulu perempuan selalu memiliki peran dalam memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi bersama di setiap  zaman, dan di setiap medan perjuangan. Namun satu perjuangan yang hingga kini belum tuntas; perjuangan untuk hak-hak mereka yang masih dipungkiri.
Narkoba, Narkotika, Napza.
Ragam nama bagi awam untuk menggambarkan benda yang memabukkan, berbahaya, haram, dan merusak masa depan.
Tanpa maksud memungkiri apa yang ditudingkan terhadap benda tersebut.
Pada faktanya apa-apa yang mengatur tentang benda tersebut di negeri ini justru memperparah dampak keberadaannya. Penyebaran penyakit mematikan, isolasi sosial, kemiskinan, sampai korupsi timbul akibat kekeliruan pengaturannya.

WomXnsvoice dipersembahkan bagi para Perempuxn. Apapun dan dimanapun perjuangan kalian. Ketahuilah di hal yang sulit sekalipun dan jauh dari hingar bingarnya popularitas, bahkan ditentang oleh mayoritas. Suara dari kaum kalian pun menggema dalam menggerakan roda perubahan.

Semoga semesta merestui langkah juang kita semua !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini