Petir Menyambar 1 Peserta MD, 8 Trauma, Irfan Menduga Ada Kelalaian

0
821 views

BogorPolitan – Cibungbulang
Laporan M. Ilyas

Forum Masyarakat 3 Desa (FM3D) sikapi kejadian meninggalnya Siswa SDN Cijujung 2 RMS (11) yang diduga tersambar Petir, ketika mengikuti giat kemping Kwartir Ranting Gerakan Pramuka (Kwarran) Cibungbulang.

Atas kejadian itu, Sekretaris FM3D Irfan mengucapkan belasungkawa bagi Korban Meninggal Dunia (MD), sekaligus menduga adanya kelalaian dari Panitia Penyelenggara kegiatan.

terkait kejadian diciaruteun udik yang kegiatan Pramuka menewaskan salah satu putra dari SDN Cijujung 02 desa Cijujung menurut kita sebagai lembaga atau forum masyarakat tiga desa

“Kami berbelasungkawa atas kejadian itu, kami juga sangat menyayangkan adanya kejadian, karena memang ada indikasi kelalaian. Saya melihat lokasi tenda ditengah-tengah persawahan, karena areanya datar ada tenda-tenda yang agak tinggi dari pada dataran itu sehingga mengundang adanya petir,” katanya.

Dan, lanjut Irfan, “tidak adanya anti petri, kalau masalah petirnya memang kejadian alam, tapi kelalaian dari pada manusia-manusianya itu para panitia penyelenggara. Seharusnya ada survay terlebih dahulu, bagaimana situasi dan kondisi area sekitar serta antisipasi dan diadakan anti petir mengingat itu area persawahan yang sering ada petir,” tegasnya.

Menurut Irfan, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang harus bertanggungjawab atas kejadian itu.

“Karena orang tua sudah mengasih tanggung jawab kepada pihak sekolah, yang pertama dinas pendidikan termasuk pemerintah Kabupaten Bogor semuanya harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

Karena memang ini nyawa manusia, tidak bisa disepelekan dan untuk kedepan nya harus antisipasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Irfan bersama FM3Dnya berjanji, akan turun untuk melakukan investigasi ke Lapangan, memastikan korban yang trauma mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami pun akan investigasi langsung, akan melihat ke keluarganya termasuk korban-korban yang lainnya, mungkin sikisnya bisa terganggu juga dengan ada kejadian seperti itu.

Nanti kita akan koordinasi langsung kepada pemerintah, kita minta bagaimana caranya anak didik yang trauma ini, supaya kejiwaannya ini terganggu bisa dihadirkan psikiater. Ahlinya tentang kejiwaan,” ucapnya serius di Kantor FM3D Desa Dukuh, Selasa 04/10/2022.

Sementara menurut salah satu Orang Tua Siswa, Jaenudin melalui Aplikasi Perpesanan menyampaikan, Rabu 04/10/2022, Anaknya masih trauma.

“DHM, Re, Ra, Ah, Gi, Sa dan Aj masih trauma, anak saya aja belum mau sekolah, tapi saya bujuk terus kang,” tulisnya.

Menurut Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Ayep Koswara, seharusnya acara kegiatan Kwarran Cibungbulang dilaksanakan Bulan Agustus.

“Saya tidak terlibat sebagai panitia tetapi kita mendukung, karena sama sama kegiatan sekolah, seharusnya programnya dibulan Agustus, pada saat hari pramuka. Karena dibulan Agustus padat akhirnya digeserkan acaranya,” kilahnya.

Setelah adanya kejadian, Ayep mengaku telah memanggil Ketua Kwarran Cibungbulang, untuk dimintai Keterangan.

“Saya mengundang ketua Kwarran ibu Enok dirapat sekolah untuk menjelaskan, terlepas dari kekurangan kekurangan yang ada, apalagi ini murni kejadian alam,” katanya.

Sekarang, lanjut Ayep, “saya sudah ke dinas sosial untuk bisa memberikan trauma healing, terhadap korban yang trauma dan saya menyarankan setiap kepala sekolah untuk menghubungi ke PPA kecamatan, biar nanti ada trauma healing

Kegiatan ini sudah bertahun-tahun, baru kali ini ada kejadian seperti ini
dan arahan untuk kedepannya harus ada evaluasi terhadap kejadian ini. Tetapi tidak gara-gara ada yang meninggal, kegiatan Pramuka berhenti tidak seperti itu, jadi tetap kegiatan kegiatan yang akan dilakukan. Memang harus melibatkan semua pihak, aspek-aspek mana yang harus kita benahi,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini