BogorPolitan – Leuwisadeng,
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Mikro Kecil, Menengah (UMKM) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 17 agustus 2020 dengan nama program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) melalui Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (Kemkop UKM RI) memberikan dana hibah sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro.

Banyaknya warga terdampak Corona Virus Desease (Covid-19) yang mempengaruhi hampir semua sektor usaha, hingga dengan adanya bantuan BPUM diharapkan dapat menanggulangi UMKM mampu bertahan.
Namun tidak halnya dengan Iim Irawan, pengrajin ukiran media bambu, selain tidak mendapatkan bantuan BPUM, juga terkendala dalam alat dalam melakukan usahanya
“Saya tidak tahu cara mengusulkannya, untuk permodalan saya bingung, mulai dari awal menekuni hingga sekarang hanya mengerjakan pesanan itupun lama karena hanya dengan peralatan seadanya,” urainya kepada BogorPolitan.com saat wawancara dirumahnya Kampung Cisaranten, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kamis, 10/12/2020.
Kerajinan tangan dari bambu yang diukir Iim memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikembangkan, dengan daya saing dipasaran tentunya dengan modal, alat yang menunjang serta pemasaran.
“Saya tidak punya wadah untuk memasarkan hasil kerajinan ukiran tangan yang saya buat, kecuali ada yang pesan kerumah itupun tidak setiap hari, mulai dari harga 100 – 200 ribu tergantung motip dan tingkat kesulitan,” tambahnya.
Iim Irawan berharap kepemerintah agar usaha yang dibangunnya dapat dibantu dari sisi modal dan pemasaran dalam.mengembangkan usahanya.
“Usaha kerajinan tangan ukiran dari bambu yang saya buat ini agar bisa dibantu oleh pemerintah dalam pemasaran, alat, terutama modal, agar usahanya dapat berkembang, karena bambu juga kita beli satu batang pohon bambu itu disini 10 ribu, untuk satu bambu hanya bisa menghasilkan beberapa macam ukiran, seperti asbak, wadah air minum, usaha saya tekuni bisa mengurangi pengagangguran dengan memperkerjakan warga masyarakat disini khususnya umumnya diluaran sana,” ungkapnya
Ketua Forum UMKM Kecamatan Leuwisadeng Abdul Muhyi, ketika dikonfirmasi melalui pesan whattsappnya mengatakan sedang berada diluar, dan berjanji akan membahasnya.
“Oh iya, nanti kita bicarakan, saya lagi ada keperluan dulu diluar,” tulisnya. (Agay).






