Persoalan Banjir Menjadi Topik Hangat Dalam Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor

0
695 views

Bogorpolitan – Leuwiliang,
Laporan : M. Ilyas ||

Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Masa Sidang I tahun 2022 – 2023, dihadiri diantaranya dari Fraksi Partai Hanura, PKB, PPP, Demokrat, PKS, Gerindraai dan PAN. Di Aula Bale Sulanjana Alun-alun Kecamatan Leuwiliang, Senin 14/11/2022.

Menurut Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana, menyebutkan, dengan adanya Reses anggota DPRD Kabupaten Bogor, merupakan kegiatan rutin dalam hal menyapa warga yang ada kaitan dengan berbagai persoalan di masyarakat.

“Kegiatan rutin reses ini untuk menyapa warga masyarakat, yang diwakili oleh DPRD berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang sampai saat ini masih belum menjadi perhatian, didalam anggaran di pemerintah daerah. Jadi ada penekanan dari masyarakat, yang sebetulnya sudah di sampaikan dalam musyawarah rencana pembangunan tapi belum terealisasi,” ujarnya.

“Ini bentuk komunikasi masyarakat, sambung Daswara, kepada anggota dewan yang mewakili mereka, saya juga memperhatikan permasalahan banjir disana, yang dialami masyarakat serta permasalahan insfratruktur. Memang perlu ada peningkatan, kalau kita lihat ke arah sana itukan posisi irigasi diatas jalan, ketika curah hujan yang tinggi, sehingga air akan melimpah dengan deras kejalanan raya. Solusinyanya adalah membuat sodetam dihulu area sebelum desa Barengkok.” tegasnya.

Sebelumnya ada 3 persoalan yang disampaikan Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman tentang adanya persoalan di Wilayahnya, yaitu tentang Jalan rusak yang ada di Pasar Leuwiliang, kemudian banjir dan adanya aroma Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

Ketiga pertanyaan Kades Leuwiliang Langsung di jawab oleh Camat Daswara Sulanjana “Soal jalan pasar, harus diserahkan kepada pihak pasar, karena pemanfaatnya sendiri adalah masyarakat yang hendak belanja ke pasar Leuwiliang,

Kemudian masalah banjir itupun harus segera diselesaikan dan permasalahan dengan bau yang tidak diduga berasal dari TPAS Galuga, segera berkirim surat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. Tembuskan kepada PLT Bupati, DPRD,” tegasnya.

Menanggapi persoalan tentang adanya banjir, dikeluhkan oleh masyarakat yang diserapnya melalui reses, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurodin. SH yang akrab disapa Jaro Peloy berpandangan

“Sesuai data permasalahan dialami masyarakat yaitu banjir, yang disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi dan kondisi insfraktruktur yang ada. Seperti saluran dan lain sebagainya, berarti memang ini belum sesuai, sehingga tidak diperhitungkan ketika datangnya banjir.

Kemarin sudah jadi perhatian kami dari komisi 3 dan sudah disampaikan ketika rapat, bahwa terjadi banjir dipasar Leuwiliang yang harus segera ditangani. Persoalan banjir air ini seperti telah disampaikan Pak Kades Leuwiliang, pasca bencana insfraktruktur irigasi ini masih pada rusak dan ini harus dikordinasikan semua pihak dengan baik.

Ini harus diperhatikan menjadi kewenangan siap?, sehingga jelas diminta tanggung jawabnya, untuk segera menyelesaikan sesuai tugasnya,” beber Jaro Peloy

Dalam kesempatan itu, Jaro Peloy memberikan solusi tercepat dalam mengatasi persoalan yang sedang dibahas, tentang adanya banjir yaitu dengan melakukan normalisasi.

“Kemarin sudah dihitung, kalau untuk kerusakan insfraktruktur pasca bencana, dengan dinas lingkungan hidup dan beberapa dinas terkait untuk menghitung semua kerusakan pasca bencana untuk menjadi skala prioritas. Yang akan diselesaikan baik menggunakan BTT maupun diusulkan APBD 2023, solusi tercepat menangani banjir yaitu dengan normalisasi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini