Migrasi PKH di Desa Sukaluyu Dari Total 600 KPM Menjadi 360 KPM

0
971 views

BogorPolitan – Nanggung,

Data By Name By Address (BNBA) dari 600 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Desa Sukaluyu, yang dimigrasikan dari Bank BNI Ke Bank Mandiri tahap awal sebanyak 360 KPM, sisanya sebanyak 240 menunggu tahap kedua

Data BNBA berasal dari Kementerian Sosial RI
yang kemudian disingkronkan dengan BNBA milik Bank Mandiri, melalui Kartu Keluarga (KK) juga Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Sepeti dijelaskan Saminan selaku Pendamping PKH Desa Sukaluyu, kepada BogorPolitan.com disesela kegiatannya

“Dasar datanya BNBA Kemensos kemudian disinkronkan dengan BNBA dari Bank, yang masih aktif di PKH dimigrasikan, semua melalui aplikasi PKH, cuma data yang keluar itu baru sebagian, yang tambahan juga kita bereskan secara otomatis, ini untuk yang sekarang di migrasikan baru 360 RW 1 sampai RW 9,” jelasnya

Ia pun menegaskan setelah diberikan kepada KPM, KKS beserta buku Tabungan tersebut harus disimpan baik-baik juga tidak boleh dikumpulkan oleh siapapun, termasuk ketua kelompok.

“Kami pendamping tidak ada pengondisian, pengolektipan, pengumpulan kartu dari siapapun, kalau misalkan nanti ada kami akan tindak tegas serta tidak boleh, karena yang harus memegang dan mencairkan nya adalah KPM nya sendiri tidak boleh orang Lain,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Jajat menambahkan, bagi yang belum mendapatkan diharapkan bersabar.

“Bagi yang belum mendapatkan KKS yang di migrasi sekarang harap bersabar nunggu tahap 2 karena bukan kemungkinan sudah pasti keluar yang sebelumnya juga sudah diberitahukan kepada KPM,” ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Sukaluyu Aos Hermawan S.pd.I, berharap ada penambahan KPM di Wilayahnya mengingat Program tersebut sangat bermanfaat dan diharapkan oleh Masyarakat.

“Harapan saya selalu harus ditambah karena program PKH ini sangat bermanfaat, bagi masyarakat dan kita selalu mengajukan bersama Pendamping, Selain itu mudah-mudahan lancar tidak ada kendala yang bersifat merugikan baik itu ke Masyarakat langsung maupun kepengurus,” urai Aos.

Dilanjut Aos, jika ditemukan ada masalah pihaknya akan berkordinasi langsung dengan pihak terkait,

“Kita ingin tahu kendalanya, kenapa enggak keluar kalau misalnya ketahuan kenapa tidak keluar nanti kita kordinasi baik dari pihak Bank, DTKS maupun Pendamping, kalaupun ada Masyarakat yang tidak puas dengan jawa kita, kita akan antar ke Bank langsung untuk menanyakan sejauh mana kejelasan nya,” Aos mengakhiri. (AGAY).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini