Leo Siagian : Prof Mahfud MD Perlu Dukungan Legislatif dan Yudikatif

0
275 views

BogorPolitan,

Mantan Aktivis Eksponen Angkatan ’66, JS. Leo Siagian (71 thn) berikan apresiasi terhadap perkataan Prof Mahfud MD di aplikasi Tiktoknya yang mengatakan, Hukum di negeri kita ini amburadul dan semrawut, karena oknum-oknum APH-nya memberlakukan sistem Industri Hukum, yang benar bisa disalahkan dan yang salah bisa dibenarkan, asal berani bayar,.. Wani Piro..?!

“Korupsi yang sekarang ini lebih parah daripada di zaman rezim Orba, Soeharto dulu?” tanya Leo.

Dirinya prihatin, ada seorang Profesor yang menjabat MenkoPolhukam RI, malah menyatakan kebobrokan rezim yang sekarang ini sudah sangat keterlaluan.

“Apakah Rezim yang sekarang ini lebih bobrok dari zaman Orba?” tanyanya kembali.

Artinya, Leo melanjutkan, kalau Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif di rezim ini sudah bobrok, yah makanya harus perlu terjadi pergantian rezim di Pemilu 2024 nanti,. Roh Reformasi ’98 juga menghendaki rezim berkuasa itu hanya 2 periode saja alias 10 tahun.

Dirinya juga mengutip kata-kata Prof Mahfud MD, kalau saya yang jadi Presiden, akan saya berlakukan hukuman mati buat para koruptor.

“Tapi perlu kita pertanyakan, apakah kalau terjadi pergantian rezim sudah bisa dipastikan mereka mampu memberantas korupsi, atau apakah akan semakin parah lagi?” ungkap Leo Siagian yang Korwil Gerakan Jalan Lurus Se-Jabodetabek.

Mantan Aktivis Eksponen Angkatan ’66 menjawab kegalauan Prof Mahfud MD itu tak lain adalah tantangan bagi para Capres yang siap maju di Pilpres 2024 nanti.

Leo menekankan, siapa pun yang terpilih menjadi Presiden di Pemilu 2024 harus benar benar mampu membenahi negeri kita ini dari berbagai rongrongan yang mengancam.

“Dari statement Menko Polhukam itu, para Capres harus bisa lebih serius bekerja keras dengan para Prof DR, pakar dan ahli di bidangnya, jangan lagi asal asalan menempatkan para Menteri pembantunya,” ujar Leo Siagian.

Leo berharap agar para Capres 2024 bisa lebih intens berkolaborasi dengan Mahfud MD demi pembenahan negeri ini.

“Saya sangat prihatin, pak Menko Polhukam saja sudah sebegitu mirisnya melihat sikon negeri kita yang tercinta ini,” pungkas Leo.***

Editor : K. Andre

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini