Baru di Bangun, Kondisi Alun-Alun Leuwiliang Memprihatinkan

0
1,305 views

BogorPolitan – Leuwiliang
Reporter : M. Ilyas (Ipay),

Alun-alun Leuwiliang sebagai taman thematik dalam Program Panca Karsa Bogor Berkeadaban sejalan dengan yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, sebagai pusat kegiatan wisata masyarakat lokal.

Dengan menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor senilai Rp. 1.050.000.000,- (Satu Milyar Lima Puluh Juta Rupiah). yang dilaksanakan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Namun sangat disayangkan oleh Direktur Forum Perencanaan dan Percepatan Strategi Penataan Daerah Persiapan Otonomi (FORECAST) Ki Jalu, dalam keterangannya, selepas diskusi bersama para aktivis pergerakan Aliansi Masyarakat Peduli Bogor (AMPB) yang berasal dari gabungan 23 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). di Kantor ATR/BPN Bogor Barat, Sabtu, 01/01/2022.

“Anggarannya alun-alun ini dipegang langsung oleh dpkpp, namun dengan anggaran satu miliar lima puluh juta, ada hal yang sedikit menggelitik ketika melihat bangunan lama tidak direhab atau diperbaiki, dengan biaya sebesar itu terlihat kumuh,” katanya.

Menurut Ki Jalu, Seharusnya ada Inovasi dari pihak pelaksanaan pembangunan, agar Alun-Alun terlihat lebih menarik.

“Dengan background bangunan lama, seharusnya ada inovasi dari dkpp, bagaimana menyulap bangunan sebagai background dari alun-alun kota Leuwiliang ini agar terlihat lebih menarik,” terangnya.

Ki Jalu merasa prihatin dengan background Alun-Alun Leuwiliang, menurutnya tida ada bedanya dengan Kandang Kerbau.

“Kalau seperti ini terkesan amburadul, dalam pembangunannya tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan, terlihat seperti bangunan peternakan kerbau, jadi dalam hal ini DKPP perlu menyikapi secara baik,” sesalnya.

Jika bangunan itu disulap sedemikian rupa, lanjut Ki Jalu, “fungsi tamannya akan lebih terlihat, jika bangunan lama itu menjadi pusat diskusi publik, harus dipersiapkan juga sarana dan prasarananya seperti kursi atau apa, dilihat dari atas bangunannya sudah tidak menarik seharusnya dipoles sedikit saja oleh dkpp, itu akan lebih menarik jangan terkesan uang keluar besar tetapi hasilnya tidak sesuai,” tambahnya.

Masih kata Ki Jalu. “Taman Alun-Alun adalah sebuah realisasi dari Program Panca Karsa dalam Bogor Berkeadaban, yang mana Bupati Bogor visi misinya adalah membuat sarana alun-alun sejenis taman thematik, untuk masyarakat.

Ki Jalu berharap, sebagai tempat kegiatan wisata masyarakat lokal taman Alun-Alun Leuwiliang, ada fasilitas penunjang publik

“Dan di taman itu seharusnya ada fasilitas public seperti wi-fi gratis, bagi masyarakat yang hendak bertamasya lokal, kalau saja nanti Bupati Bogor yang meresmikan Saya punya keyakinan Bupati akan bersikap seperti saya bersikap , artinya anggaran yang besar ini ketutup dengan bangunan yang memang tidak menarik terlihat kumuh, tidak baik fungsi tamannya” pungkas Kijalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini