Bogorpolitan – Kota Bogor,
Laporan : Dharmawan ||
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Citra Pariwisata Kota Bogor dilaksanakan selama 3 hari mulai Kamis – Sabtu,14 – 16 Juli 2022 hingga Senin, 18 Juli 2022.
Tema MPLS yang dilaksanakan di SMK Perhotelan terbesar di Provinsi Jawa Barat ini yaitu “Selamat Bergabung Menjadi Bagian dari SMK Pusat Keunggulan”, tema itu dipilih karena relevan dengan Predikat sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk menjadi Pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dari Direktorat Kemendikbudristek tahun 2021dan berlanjut ditahun 2022,” ujar Sonny Arpan S.T. Kepala SMK Citra Pariwisata, Sabtu (16/7).

Ia mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena SMK Citra Pariwisata selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun terlebih dari sisi animo masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor untuk bersekolah di SMK yang berdiri sejak tahun 2010 tersebut.
“Syukur Alhamdulillah dan terima kasih kepada masyarakat Bogor, tahun ini kami mendapatkan jumlah peserta didik baru lebih banyak dari tahun kemarin serta lebih banyak dari lulusan di tahun yang sama,” ucapnya.
“Kami melepas 368 orang lulusan yang terdiri dari 310 orang Lulusan Perhotelan serta 58 orang Lulusan Multimedia tahun ini dan pendaftar peserta didik baru sebanyak 490 orang dari kedua program keahlian yang kami miliki, artinya surplus lebih dari 100 orang” tambahnya.
Usai pelaksanaan MPLS Pembelajaran langsung berjalan efektif karena Jadwal dan Pembagian Kelas sudah dilaksanakan, tegasnya.
Di tempat yang sama Ketua Yayasan Cerdas Insani Batutulis Sutisna, S.Pd. MMPd. menyampaikan bahwa SMK Citra Pariwisata terus berbenah.
“Kami menambah kapasitas pembelajaran bagi 490 orang peserta didik baru, kalau lebih dari itu kami adakan seleksi. Sarana Prasarana sekolah sudah kami tingkatkan untuk menyesuaikan kebutuhan menuju SMK Pusat Keunggulan termasuk Education Hotel 3 lantai yang insya Allah selesai tahun ini.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Bogor agar SMK Citra Pariwisata semakin jaya dan menjadi kebanggaan Bogor,” pungkasnya.






