BogorPolitan – Sukajaya,
Guna menyerap aspirasi langsung, Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor adakan reses besama Forum Komunikasi Kecamatan (Forkompimcam), Apdesi, MUI, para Kepala Upt serta tokoh masyarakat Kecanatan Sukajaya, di Aula Kecamatan, Jum’at, 13/11/2020.

Anggota DPRD yang hadir dari Komisi I Dadeng Wahyudi, Ketua Komisi II Leo Hananto Wibowo, Komisi III Permadi Dalung, Nurodin, Aan Triana Almukarom, Sarni, Komisi IV Daen Nuhdiana, dan Ahmad Pusni.
Seperti disampaikan oleh Anggota Komisi III, Nurodin yang akrab disapa JP dalam prolognya kehadiran anggota DPRD dari komisi I, II,III, dan IV lebih memudahkan komunikasi dua arah dalam menentukan rencana kebijakan anggaran kedepan.
“Dari komisi I bidang pemerintahan dan hukum dihadiri Dadeng Wahyudi, berkaitan dengan tidak adanya pos Polsek dan Koramil yang depinitip mudah-mudahan bisa didorong menjadi depinitip kemudian nanti ada peran serta melalui hibah vertikal dari APBD Kabupaten Bogor, Ketua Komisi II bidang pendapatan, peningkatan ekonomi Leo Hananto Wibowo (banggar), akan lebih optimal mendorong apa yang dapat ditingkatkan dalam reses ini untuk menjadi sebuah kebijakan anggaran, Komisi III bidang infrastruktur, lingkungan hidup Dalung Permadi (banggar), Aan Triana Almukarom (banggar), Sarni (banggar), komisi IV bidang pendidikan dan kesehatan Daen Nuhdiana (banggar), serta Ahmad Pusni,” urainya.
Dengan banyaknya Dewan Dapil V yang menjadi Badan Anggaran JP optimis dapat bersinergi.
“Luar biasa Dewan dapil V banyak dibanggar kita tentu bersinergi untuk membangun Bogor Barat, dalam konsep Venta Helik ini luar biasa sudah lengkap, jadi ada pemerintah, Unsur masyarakat, akademisi juga media yang sama sama ingin mendorong bagaimana Sukajaya Lebih maju bil khusus umumnya kabupaten bogor,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama anggota komisi III DPRD kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom mengatakan bahwa, percepatan pemulihan pembangunan infrastruktur pasca bencana.
“Yang kita harapkan adalah percepatan kaitan dengan insfratuktur pasca bencana, terus yang kedua tadi pemulihan ekonomi sangat penting sekali, karena yang kita rasakan masyarakat kita banyak yang masih tinggal dipengungsian jadi pengangguran, sehingga tidak ada roda perekonomian yang jalan,” paparnya.
Berdasarkan rekomendasi dari para Kepala Desa yang mewakili dari sebelas Desa yang ada di Kecamatan Sukajaya, mereka menolak untuk Bedol Desa (Relokasi keluar Desa) Aan menambahkan.
“Warga menolak untuk dipindahkan ke Kecamatan lain, karena pertimbangan nya ketika mereka dipindahkan ke Kecamatan lain bagaimana dengan pertanian mereka yang sehari-hari sebagai petani dan seterusnya, itu akan lebih besar lagi biaya hidupnya,” ucapnya.
Aan Triana Almukarom meminta kepada Dinas keterkait untuk turun dulu ke lapangan akan kebenaran tidaknya kajian Geologi itu di lakukan.
“Kalau bicara zona merah, pantai-pun zona merah. Ya kan, kita jauh dari pantai tapi kenapa?, ini harus di bedah lebih dalam lagi, artinya jangan membuat keputusan yang memang dasar nya belum di konsultasikan secara menyeluruh terhadap kondisi yang ada dilapangan, kita belajar dari Huntara kemarin, karena telat dan seterusnya sehingga banyak huntara yang tidak di isi, akhirnya kan buang-buang anggaran juga kan sayang, mendingan kita alihkan untuk kepentingan yang lain” pungkasnya. (M. Ilyas).






