Bogorpolitan – Cibungbulang,
Laporan : M. Ilyas / Raka Bayu Kamajaya ||
Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN- T) Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 56 – 2019, di Desa Situudik Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, diikuti oleh 5 Program Study atau Departemen.
Hasil dari KKN – Tematik yang dilaksanakan, Dosen Pembina KKN IPB Departemen Biologi, Sri Listiawati di Halaman Desa Situ Udik Jum’at 27 Januari 2023, menyampaikan harapannya kepada para Mahasiswa yang menjadi asuhannya.

“Kami selaku perwakilan IPB mengharapkan, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dikampus, untuk diterapkan kepada masyarakat. Selain itu mahasiswa juga bisa belajar dari pengalaman ada di masyarakat, karena nanti juga akan kembali ke masyarakat setelah lulus, pembelajaran itulah diawali dari KKN ini,” ujarnya, Jumat 27/01/2023.
Kami juga mengucapkan terima kasih, lanjut Sri Listiawati, kepada pihak Desa yang telah bersedia dan membantu kegiatan mahasiswa kami, karena tanpa bantuan pihak Desa maupun masyarakat kami tidak bisa berbuat apa-apa dalam pelaksanaan KKN ini.
Harapan hasil akhir dari IPB bahwa sebagai media desiminasi program-program yang ada di IPB, mahasiswa kami angkatan 56 ini menjadi mediator dalam menyebarkan program-program unggulan yang dimiliki IPB kepada masyarakat.
“Angkatan 56 tahun 2019 ini mahasiswa yang masuknya pada gelombang 2, karena yang pertama berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus di seluruh Indonesia. Namun untuk gelombang 2 ini terbatas penyebarannya, terutama khususnya di Kabupaten Bogor saja,” beber Sri Listiawati.
Terpisah, di Ruangan Kerjanya Kepala Desa (Kades) Situudik Mamat Sudin mengatakan, kehadiran para Mahasiswa melaksanakan KKN – Tematik di Wilayahnya sangat banyak faedahnya.
“Selama ada mahasiswa IPB, alhamdulilah secara masyarakat lebih banyak manfaat yang baik dirasakan, mereka masuk kedalam beberapa sektor masyarakat. Diantaranya KWT, SD dan aktif dalam kaitan program ketahanan pangan Desa Situudik. Dengan adanya penyuntikan dan pemberian obat obatan terhadap ternak domba, bersama juga dengan pihak UPT Puskeswan terjun kelapangan, berkeliling ke setiap kandang peternak,” ujarnya.
Menurut Mamat Sudin, selama di wilayahnya para Mahasiswa turun kelapangan untuk bersosialisasi ke Masyarakat, melakukan edukasi diantaranya tentang sampah.
“Selama disini para Mahasiswa menangani lebih kemasyarakatan, sosialisasi dalam hal penanganan sampah, masalah pendidikan juga dari ilmu mereka yang diterapkan di masyarakat Desa Situudik. Masyarakat juga bisa menerima adanya pemahaman baru,
kaitan dengan sampah, yang sebelumnya telah disampaikan Pemdes mengingatkan bagaimana penanggulangannya dan sudah ada pengangkutan sampah. Yang difasilitasi oleh Dinas terkait,” tegasnya.
Senada dengan Mamat Sudin, Saipul Hidayat Ketua Rt 04 dan 02 Asep Saiful Bahri mengatakan, keberadaannya Mahasiswa di Desa Situ Udik ini baik serta banyak memberi masukan tentang hal yang positif. Seperti pengelolaan sampah terpadu juga soal peternakan pemeliharaan hewan,” ucapnya.
Sebelumnya, mewakili para Mahasiswa KKN – Tematik IPB di Desa Situudik, Fahri Anhar mengatakan kehadirannya bersama dengan tim untuk memahami hal-hal baru yang ada di Masyarakat.
“Sebelum kita datang ke Desa itu, kita masih belum banyak mengenal hal-hal dalam bermasyarakat, sejauh ini kita hanya belajar di perguruan tinggi dan alhamdulilah selama ini kita mengenal bermasyarakat. Cara berinteraksi antar komponennya artinya lebih memahami persoalan yang di masyarakat,” katanya.
Dari semua persoalan yang dihadapi Tim, Anhar mengakui ada persoalan yang terjadi, namun semuanya dapat diatasi dengan baik sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Kalau dibilang tidak ada hambatan, mungkin dari setiap proker ada bagian maksimal dan feedback yang kami dapatkan, dapat respon positif dan juga kami banyak belajar dari hal tersebut. Adapun hasil yang diharapkan dari KKN ini ada dua, yaitu aspirasi masyarakat ke Desa dan dari Desa ke masyarakat bisa tersampaikan,” ujarnya.
Kemudian Anhar melanjutkan, ada tugas sebagai kewajiban yang harus kita penuhi untuk laporan dalan bentuk jurnal dan Vidio dokumentasi terkait yang telah kita lakukan. Sejauh ini proker dan non proker cara kita bermasyarakat dituang dalam bentuk visualisasi,” ujarnya.
Kehadiran Anhar dan kawan-kawan dalam KKN di Desa Situudik, membantu sosialiasi kepada Masyarakat utamanya tentang sampah yang kadang menjadi polemik.
“Beberapa RW yang itu sudah mempunyai program, jelas jadi bisa dibilang desa ini selain mandiri juga berpotensi untuk dalam pengelolaan sampah, kehadiran kami hanya mengarahkan atau mensosialisasikannya.
Mengenai sampah, KKN hadir di Desa Situ Udik untuk mengisi kekosongan ruangan di masyarakat dari perannya Pemerintah Desa dalam pencerdasan kepada masyarakat, utamanya dalam pengelolaan sampah terpadu.
Yang melaksanakan KKN dari Universitas IPB yakni program studi atau departemen
Kimia, Pendidikan, Arsitektur Landschap, Tehnik Mesin dan Biosistem,” urai Anhar.






