Laporan : Deri Lesmana/ Eka rufa ||
Cianjur – BogorPolitan.com,
Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan dan pembongkaran diduga tempat Wowon dan Solihin mengubur korbannya.
Pembongkaran ini merupakan rentetan dari kasus keluarga diracun di Bekasi beberapa waktu lalu.

Di lokasi ini, polisi membongkar dua kuburan di rumah Wowon dan Solihin, di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (19/01/2023).
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengungkap, ada 2 titik yang di melakukan pembongkaran yakni di rumah Wowon dan rumah Solihin yang merupakan pelaku pembunuhan sekeluarga di Bekasi dengan cara diracun.
“Ada dua titik. Titik pertama di sini, di rumah Wowon dan di rumah Solihin,” ungkap Doni.
Di rumah Solihin polisi membongkar gundukan tanah dalam satu lubang di mana berisi dua jenazah.
“Posisinya di belakang rumah, halaman belakang. Itu satu lubang 2 jenazah,” bebernya.
Warga tak curiga sama sekali karena di atas lubang tersebut ditempatkan kandang ayam.
“Di atasnya itu kandang ayam. Bukan cor, tapi tanah biasa,” jelasnya.
Sementara di rumah Wowon, polisi membongkar 1 gundukan tanah. Diduga lokasi tersebut adalah lokasi Wowon menguburkan anaknya sendiri yang berusia 2 tahun.
“Iya, ada anak usia 2 tahun, itu yang di rumah Wowon,” tuturnya.
Sementara 1 lokasi lainnya adalah di sebuah rumah kontrakan Wowon, di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang.
“Iya itu sudah dilakukan penggeledahan. Diduga masih satu rangkaian dengan yang di Bekasi,” ujarnya.
Kendati demikian, Doni mengaku tidak bisa membeberkan hasil penggalian tersebut karena ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta masih menunggu hasil forensik.
“Nanti yah lengkapnya menunggu hasil forensik dulu. Nanti sama Polda Metro Jaya lebih jelasnya,” kata Doni.
Namun berdasarkan informasi dari internal kepolisian, ada 1 korban lain lagi yang dibuang ke laut.
Dengan demikian, jumlah korban yang ditemukan polisi di rumah Wowon dan Solihin serta rumah kontrakan berjumlah 5 orang.






