BogorPolitan – Ciampea,
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojong rangkas 03, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea sangat jauh dari kata layak, sehat apalagi nyaman bagi sarana pendidikan.

Tampak dengan nyata, Toilet tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya, dengan septictank yang berada disamping ruangan kelas IV rusak dan terbuka. Ironisnya itu baru setahun lalu direnovasi, pagar dibelakang yang membatasi makam umum dengan sekolah roboh.
Hal itu dikeluhkan Bendahara SDN Bojongrangkas 03 Cucu Rukmana yang juga mengajar di Kelas VI, Senin, 27/12/2021, dengan didampingi Warga Peduli Pendidikan Ciampea, Heri Risnanto.
“Tahun 2020 direnovasi, ruang perpustakaan, ruang kelas atas dan bawah karena gentingnya sudah pada hancur, termasuk WC dua ruangan namun pembuangannya tidak layak berada persis di samping ruang kelas 4, dengan kondisi tidak beraturan,” terangnya.
Dengan kondisi demikian lanjut Cucu, 132 Siswa/I nya jika ingin melakukan kegiatan buang air kecil atau besar harus menggunakan Toilet Guru yang ada di dalam Kantor.
Saat ini WC tidak dapat dipergunakan lanjut Cucu, “untuk keperluan buang air kecil dan besar anak-anak menggunakan toilet guru yang ada di kantor, tidak ada lagi kenyamanan bagi siswa, sangat tidak nyaman, yang ada kekhawatiran dari para guru,” keluhnya sedih.
Padahal menurut Cucu, untuk upaya pengusulan pembangunan Sekolah sudah dilakukannya sejak 2004, namun hanya sebatas renovasi pada tahun 2020, yang kini sudah rusak lagi.
“Dari tahun 2004 pihak Sekolah sudah berulang kali mengajukan, termasuk ke anggota DPR pada saat reses, setelah dicek kita dapat dengan anggaran dana sekitar 300 jutaan namun entah kenapa tidak ada datang lagi ke sini,” jelasnya.
Termasuk dari pihak Dinas kita mengajukan namun hanya sebatas control tidak pernah ada realisasinya, padahal survei ada, di gambar ada, dicatat ada diukur ada tapi realisasinya yang enggak ada,” ungkapnya penuh tanda tanya.
Dalam kesempatan yang sama Heri Risnanto, sebagai warga peduli pendidikan yang tinggal di wilayah Kecamatan Ciampea juga menunjukkan rasa keprihatinannya.
“Ini adalah sarana pendidikan putra putri kita, masa kondisinya seperti ini, sangat jauh dari kata layak apalagi nyaman, yang ada kami was-was, dimana kepedulian para pejabat pendidikan, usulan pembangunan sudah, namun faktanya hanya renovasi, itu pun terkesan asal-asalan, sementara dari Dinas ataupun DPR melalui Reses hanya angin surga doang,” tegasnya. (Ipay)






