Bogorpolitan – Leuwiliang
Laporan : M. Ilyas
Kepala Desa (Kades) Purasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Agus Lukman Soleh, angkat bicara terkait adanya vidio Viral diwilayahnya, tentang seorang Wanita yang marah-marah di acara pencairan uang Bantuan Langsung Tunai – Bahan Bakar Minyak (BLT-BBM), Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) pada hari Senin 28/11/2022 lalu.
Pencairan uang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bantuan BBM, Bansos dan PKH dilakukan oleh PT. Pos Indonesia secara tuna yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Purasari.
Menanggapi hal tersebut diatas, Agus Soleh Lukman mengklarifikasinya melalui Konferensi Pers, Rabu 30/11/2022, di Aula Desa Purasari.
“Saya ingin klarifikasi berita yang miring kemarin, agar tidak menjadi salah dalam mempersepsikan, terkait masalah pemotongan itu, mengalokasikan atau peruntukan. Karena kita sudah menjalankan sesuai aturan yang ada serta pedoman umum ini adalah program sembako. Tentunya masyarakat sudah bisa faham dengan program bpnt tersebut, merupakan bantuan pangan non tunai,” katanya.
Menurut Agus Soleh Lukman, bantuan Sembako yang diterima oleh KPM sudah jelas peruntukannya, untuk dibelanjakan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) ke Agen E-Warung yang ada di Desa Purasari, yang resmi dan berjalan sesuai dengan aturan.
“Jadi saya harap, jangan sampai ada penggiringan opini, tentang hal-hal yang tidak baik. Diimasyarakat sudah berkembang opini-opini yang menyudutkan Pemerintah Desa Purasari terlebih saya sebagai kepala desanya. Pihak yang membelanjakan tentunya para keluarga penerima manfaat dan itu harus E-Warong yang memang sudah ditunjuk dan bekerjasama dengan pihak bank,” tegasnya.
Agus Soleh Lukman menyampaikan, pada saat penyaluran Bansos BPNT tersebut yang disalurkan melalui PT. Pos Indonesia itu langsung diterima oleh KPM secara tunai yang peruntukannya untuk sembako.
“Kurang lebih seribu empat ratus keluarga penerima manfaat bansos itu terdiri dari BLT, BBM, BPNT dan PKH itu semua sudah ada aturan nya dan peruntukkannya saya tegaskan, BPNT itu bantuan pangan non-tunai itu harus dipahami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus Soleh Lukman menjamin komoditi yang ada di Agen E – Warung, bagus dari sisi qulitas maupun quantitasnya, memenuhi standar aturan yang tercatat dalam Pedoman Umum (Pedum).
“Kalau bicara Komoditi sudah sesuai dengan pedum Komoditi yang sangat bagus dan baik sekali bila perlu kita sidak pasar studi banding apa yang sudah disediakan oleh E Warung kami dengan pasar tradisional maupun warung eceran,” paparnya.
Pemaparan Agus Soleh Lukman dibenarkan langsung oleh KPM BBM, Bansos dan PKH Desa Purasari Rina Darmayusnita, bahwa tidak ada istilah pemotongan dalam pencairan yang dibayarkan oleh PT. Pos Indonesia.
Rina Darmayusnita mengaku, dirinya beserta para KPM lainnya juga membantah bahwa tidak ada pemotongan dalam bansos yang diterimanya. Selain itu tidak ada pemaksaan dari pihak manapun, yang mengarahkan membelanjakan uang bantuan Sembako di agen E-Warung.
“Sebenarnya salah. Jadi, itu bukan pemotongan memang sudah peruntukkannya untuk bantuan sembako dan saya belanjakan satu paket sembako, saya mendapatkan bansos sembako enam ratus ribu dan saya hanya membelanjakan sembako dua ratus ribu satu paket,” jelasnya.
Masih di Tempat yang sama, senada dengan Rina Darmayusnita, Iin Rohayati menurutnya, tentang adanya pemotongan dalam bantuan uang Bansos di Desanya tersebut, dinarasikan oleh seseorang dalam video viral hanya mengatasnamakan masyarakat.
“Malah kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah. Ketika kami belanjakan di agen E-warong resmi itu komoditi yang didapat diantaranya Beras 10kg, telur 1kg, kacang tanah ½kg, kentang 1kg, buah 1kg itu nilai yang dibelanjakan Rp. 200.000 tentu ini sangat membantu kami justru,” katanya.
Sebelumnya, seorang perempuan bernama Nining, sempat memprotes adanya dugaan pemotongan hingga pemaksaan uang bansos BPNT senilai 600 ribu diwajibkan dibelanjakan paket sembako.
“Semua diambil enam ratus ribu harus dibelanjakan untuk sembako, harus,” katanya.






