Laporan : Eka Rufa ||
BogorPolitan.com – Cianjur,
Perihal ditutupnya alun-alun Cianjur sementara dikarenakan akan diperbaiki direnovasi sejak tanggal 2 Mei 2023, membuat para pelaku UMKM yang ada bingung.
Salah satu pelaku usaha UMKM D’zack Motor Mini, Erlin Marlina menerangkan, ya betul jadi gini kemarin kan ada sempat ramai di sosial media terkait ditutupnya alun-alun Cianjur tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Dengan seketika menyebarnya luas sampai Bandung dan Sukabumi juga kota lainnya,” terang pelaku usaha UMKM tersebut kepada CianjurPolitan, Minggu (07/05/2023).
Masih lanjutnya, mereka sudah pada tahu alun-alun ditutup, padahal lagi rame-ramenya. Dengan alasan mau ada pembetulan mau ada renovasi,
“Pada kenyataannya itu yang di depan aja bata yang rusak aja yang sudah jelas-jelas terlihat belum sama sekali terealisasi padahal kami pelaku usaha sudah siap membantu untuk perbaikan walaupun dengan nilai yang tidak seberapa,” ujarnya.
Terkait Bupati adanya sidak, sampai sekarang belum ada di betulkan, jadi maksudnya yang kemarin dilakukan untuk penutupan untuk pembenahan itu mana enggak ada realisasi.
Pihak Cianjur Sugih Mukti (CSM) sendiri belum bisa membenahi, Para pelaku usaha bersedia menyumbang, ibaratnya membantu beli semen atau apa pun yang sekira nya bisa dibantu.
“Kita benahi dulu aja sementara agar terlihat lebih bagus dan nyaman, lebih aman juga safety. Kalau jalannya baguskan enak dipakai untuk permainan anak-anak. Nah itu yang pertama yang kedua memang kemarin sempat ada terjadi insidence, motor-motoran saya nabrak ke pagar tapi sudah saya betulkan dengan dana saya pribadi saya las kembali saya betulkan kembali dengan dana saya pribadi berarti saya membuktikan bahwa saya tanggung jawab sebagai pelaku usaha. Serta masalah lampu sudah beberapa malam ini lampu di As’maul Husna mati tanpa ada alasan.
Sementara yang saya tahu dari Sabang sampai Merauke itu alun-alun itu nyala, ini sama saja mendukung orang lain atau pengunjung mungkin bisa jadi yang percintaan atau berbuat asusila atau apalah. Apalagi dengan di fasilitasi dengan kegelapan,” ujar pelaku usaha tersebut.
Masih juga lanjutnya, jadi kalau menurut saya lebih baik terang sebagaimana alun-alun selayaknya. Karena pada dasarnya alun-alun ini milik masyarakat Cianjur dan sekitar bukan milik pribadi, walaupun memang sekarang dikelola oleh perusahaan swasta atau pihak ketiga, saya sebagai pelaku usaha sudah sebisa mungkin membantu.
“Membantu kayak sekarang kerusakan, oke saya bantu saya beli semen kita benahi sama-sama untuk masalah sampah kalau memang butuh bantuan untuk nyapu di depan tinggal kita ngobrol bareng aja dan untuk masalah kelistrikan saya kan ikut ngecas permainan saya. Kita bisa duduk bersama aja dari casan itu misalkan kita harus masuk kontribusi berapa selama masih dalam nominal yang wajar sampai ini untuk penerangan pun saya sudah mengeluarkan dana pribadi untuk membeli lampu ,” pungkasnya.
Erlin Marlina pun berharap, kedepannya berpatokan pada simbiosis mutualisme dan untuk saya pribadi, saling menguntungkan, kalau memang ada tuntutan terhadap usaha saya.
“Misalkan dari segi kelistrikan saya harus bayar berapa, oke kita duduk bersama aja yang penting saya tenang anda senang kita berjalan sama-sama untuk memajukan alun-alun memajukan Cianjur meramaikan alun-alun merawat alun-alun sama-sama dan tidak mengusik usaha saya yang sudah berjalan bertahun-tahun gitu istilahnya,” pungkasnya.






