Sidak Pelayanan e-KTP, Bima Arya: Jangan Main-main dengan Pelayanan Warga

0
669 views

Bogorpolitan – Kota Bogor,

Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor.

Sidak tersebut dilakukan Bima Arya untuk menjawab banyaknya keluhan warga mengenai lamanya proses pencetakan e-KTP hingga adanya dugaan pungutan liar.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur Kota Bogor sejak pagi, Bima Arya tiba di Disdukcapil sekitar jam 10.30 WIB. Tanpa basa-basi, ia kemudian mengecek ke setiap ruangan demi ruangan untuk memastikan tidak adanya orang lain selain petugas di dalam ruangan.

Kemudian Bima Arya meminta kepada semua pegawai keluar ruangan untuk dimintai penjelasan mengenai kondisi sebenarnya. “Saya masih menerima keluhan dari warga soal persoalan warga mengurus e-KTP. Apa yang sebetulnya terjadi? Cuma ada dua kemungkinan. Pertama, persoalan yang tak bisa kita selesaikan karena terkait sistem dari pusat. Atau kedua, ketidakmampuan kalian untuk melayani warga dengan lebih baik,” ungkap Bima di hadapan puluhan pegawai Disdukcapil.

Bima Arya pun mengutarakan kemarahannya ketika ada banyak warga yang mengadu melalui sosial media dan pesan singkat ke ponselnya bahwa ada permainan oknum di Disdukcapil yang diduga melakukan pungutan liar untuk memuluskan pencetakan e-KTP.

“Ada yang sudah bertahun-tahun belum jadi. Saya jelaskan bahwa persoalannya adalah blanko dari pusat yang dikirim terbatas. Tapi dibantah dengan cepat oleh warga yang bilang temannya, tetangganya bayar sekian, selesai lebih cepat. Saya ingin pastikan apa yang terjadi di sini,” tandasnya.

Bima berjanji akan membongkar dugaan pungli tersebut karena menurutnya keluhan warga tersebut merupakan persoalan yang sangat keterlaluan jika benar dilakukan oleh ASN. “Tragis sekali. Masa yang kayak begini saja dibisniskan. Ini terlalu menurut saya. Indikasi oknum ada. Kenapa bisa lambat? Kalau tidak malas, ya berarti ada permainan. Siapa yang melakukan? Saya akan telusuri terus. Bisa ada keterlibatan orang dalam, atau bisa juga ada paksaan dari pihak luar dan yang di dalam tidak menerima uang. Saya minta ditelusuri ini semua,” jelas Bima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini