Kades Sadeng Kecewa Pelayanan RSUD Leuwiliang Diduga Tidak Sesuai SOP

0
1,253 views

BogorPolitan – Leuwiliang
Laporan : M. Ilyas

Kepala Desa (Kades) Sadeng Yanuar Lesmana, merasa kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Rabu, 16/03/2022.

Kekecewaan Yanuar bermula ketika ada warganya yang meninggal dunia, di RSUD namun Jenazah dibawa pulang dengan menggunakan Mobil Pribadi, yang menurutnya tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ada warga saya meninggal dunia di RSUD Leuwiliang, dan semoga ini terdengar oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, karena kami sangat prihatin dengan kondisi pelayanan RSUD Leuwiliang tersebut.” katanya.

Pada waktu itu lanjut Yanuar, “ada warga saya yang meninggal dunia, secara SOP mayat itu tidak boleh dibawa oleh mobil pribadi, namun harus pakai mobil ambulance. Padahal saat itu kami melihat mobil ambulance nongkrong semua,” lanjutnya.

Pada pukul 16.00, kekecewaan Yanuar bertambah ketika bertanya tentang hal tersebut kepada Petugas.

“Saat saya tanya ke petugas tidak ada yang melayani, bahkan pada pukul 16.00 WIB itu bicaranya semua lagi istirahat, tidak bisa di ganggu. Apa seperti itu pelayanannya ? makanya saya sangat marah dan jengkel, kecewa banget,” serunya.

Atas kejadian itu Yanuar berharap, “ada tindakan tegas dari Kadis Kesehatan, Kabupaten Bogor, untuk menindaklanjuti Direktur RSUD Leuwiliang, atas buruknya pelayanan, terlebih kepada warga Desa Sadeng.

Pada waktu itu pasien lagi koma, masih kata Yanuar, “dibawa ke IGD di diamkan sampai pasien itu meninggal di IGD, bahkan sudah didaftarkan di IGD. Tetapi ketika saya meminta pelayanan Ambulance, untuk bawa pasien itu saya siap bayar. Sepuluh kali lipat-pun saya siap bayar, tetapi mereka justru tidak meng Iya kan sampai pasien itu kami bawa dengan mobil pribadi.

Saya sebagai Kepala Desa Sadeng, tentunya sangat kecewa terhadap pelayanan RSUD Leuwiliang yang sangat buruk, semoga ini terdengar oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Saat ini warga saya sudah dimakamkan, saat itu di diagnosis penyakit jantung, Almarhumah atas nama Ibu Yanti usia nya 55 tahun.

Sementara menurut Kasubag Umum RSUD Leuwiliang Muhtar Lintang,kala di konfirmasi Wartawan, mengakui adanya kejadian tersebut. Namun sudah dilakukan tindakan oleh pihaknya.

“Jadi kemarin betul ada kejadian itu, ada yang marah, Kemarin itu ada pasien yang masuk ke rumah sakit melalui IGD. Sudah dilakukan tindakan awal karena memang emergenci, sementara pada saat dilakukan tindakan, keluarga mendaftar, pada saat setelah tindakan itu tidak berhasil kemudian pasien meninggal.” Ungkapnya.

Pada saat itu keluarga pasien yang mendaftar, tadi tidak jadi mendaftar sehingga pasien di IGD meninggal, tanpa status pasien RSUD dong karena gak daftar tuh dan memang meninggal disitu,” lanjut Muhtar Lintang.

Menurut Lintang, Ambulance bukan kendaraan untuk membawa Jenazah, dan sudah diinformasikan kepada pihak Keluarganya.

“Kemudian pada saat meninggal, kebutuhannya adalah Mobil Jenazah, bukan Mobil Ambulance. Pada saat bersamaan mobil jenazah kami ada dua, pas ada jenazah yang harus diantar ke Cianten, otomatis mobil jenazah tidak bisa digunakan pada saat itu,” terangnya.

Keluarga sudah diberitahukan, kalau mau menggunakan mobil jenazah itu maka harus menunggu kembali lagi ke Rumah Sakit,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini