Bogorpolitan.com, Ciomas – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Minggu (19/4) menyebabkan sebuah jembatan di RW 03, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, terputus.
Jembatan penghubung antara Desa Sukamakmur dan Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas terputus pada Minggu (9/4).
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Kecamatan Ciomas.
Akibat kejadian ini, akses transportasi antara dua desa terputus total. Warga yang biasa menggunakan jalur tersebut terpaksa mencari jalan alternatif yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Selain itu, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga turut terganggu
Ketua RT 05/03, Yudi mengungkapkan , kejadian bermula saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Kondisi semakin parah ketika sebuah pohon besar tumbang dan terbawa arus sungai, lalu menghantam bagian jembatan.
Benturan tersebut mempercepat kerusakan hingga akhirnya jembatan di Desa Sukamakmur ambruk dan putus total.
“Awalnya air sungai sudah tinggi, lalu pohon tumbang yang terbawa arus dan menghantam jembatan. Tidak lama kemudian jembatan langsung roboh,” ujarnya.
Setelah mendengar laporan terkait bencana tersebut, pemerintah Desa Sukamakmur bersama unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung mendatangi lokasi kejadian.
Tim gabungan melakukan pengecekan dan penanganan awal serta memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian bersama perangkat desa dan unsur terkait. Ia menyebutkan bahwa jembatan tersebut memang menjadi jalur utama warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah kabupaten. Untuk sementara, kami mengimbau warga agar tidak melintas di area tersebut karena kondisi sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa saat ini tengah mengupayakan langkah penanganan darurat, termasuk pemasangan pembatas dan rambu peringatan di sekitar lokasi jembatan yang putus.
Selain itu, pihaknya telah mengajukan laporan resmi agar segera dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah daerah, karena jembatan ini sangat vital bagi akses masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam pengawasan mengingat potensi hujan susulan yang dapat memperparah keadaan. (AS)






