Bogorpolitan.com, Dramaga – Paska adanya tauran pelajaran antar siswa SMP di Jalan Lingkar Dramaga (JLD) hingga menyebabkan korban jiwa,
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mendatangi sekolah Yafahi di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga.
Kasi kurikulum Disdik Kab Bogor, Muchlis Pihanha telah melaksanakan silaturahmi dan berkoordinasi dengan pihak SMP Yafahi serta telah menerima penjelasan dan klarifikasi lengkap mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi.
”Alhamdulillah, kami sepakat bahwa apa yang telah terjadi adalah kenyataan, dan selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah untuk menyusun serta melaksanakan berbagai langkah yang diperlukan ke depannya,” ujarnya.
Perlu diketahui, penanganan terkait peristiwa tersebut juga masih berjalan di ranah hukum. Saat ini ditangani langsung oleh kepolisian bersama pihak sekolah.
Sementara itu, untuk kelangsungan proses belajar mengajar saat ini diselenggarakan secara daring sebagai langkah sementara.
Hal ini diambil karena masih ada kekhawatiran dari para orang tua terhadap keselamatan anak-anak. Namun pihak sekolah tetap merencanakan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
Selain itu, telah terjalin komunikasi dan pembahasan dari pihak sekolah dalam menyikapi situasi ini, dengan menyusun sejumlah langkah yang akan dijalankan bersama.
”Dari sisi dinas pendidikan, hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah khusus, karena kami juga menjunjung tinggi dan memastikan terpenuhinya hak setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” ungkapnya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Selama permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik, serta tercapai kesepakatan dan penyelesaian yang memuaskan antara pihak korban, pelaku, dan pihak sekolah. Pihaknya berpendapat bahwa proses penanganan ini akan segera selesai dengan baik.
Guru Kesiswaan SMP Yafahi Dramaga , Luki Rahman membenarkan ada siswa Yapahi yang terlibat insiden tauran pelajaran hingga merenggut korban jiwa.
Tentunya kejadian tersebut diluar pengawas sekolah. Pada waktu kejadiannya tersebut tidak ada kegiatan belajar mengajar dikarena ada pembagian rapot di sekolah . Selain itu. kejadiannya juga terjadi pada malam hari diluar jam sekolah .
Hal tersebut juga disampaikan kepada Disdik Kabupaten Bogor Bogor saat kunjungan kesekolahan.
”Informasinya ada tujuh siswa Yafahi yang diminta keterangan oleh pihak kepolisian. Rata-rata mereka kelas 9,” ujarnya.
Ia mengungkapkan untuk siswa yang terlibat tauran pelajaran pihak sekolah bakal memberikan sangai tegas hingga dikeluarkan dari sekolah.
Untuk pembinaan siswa di sekolah tentunya pihak sekolah kerap menjala hal tersebut sesuai dengan Tatib di sekolah. Dari mulai pembinaan hingga bimbingan kerohanian siswa.
Selain itu, orangtua juga dibuatkan surat pernyataan bahwa ketika ada siswa yang melanggar aturan disekolah hingga terlibat tauran bakal diberikan sangai tegas.
”Saat ini masih dalam menyelidiki oleh pihak kepolisian. Jika siswa kita terbukti melakukan pelanggaran tentunya kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian ,” tukasnya. (AS)






