BogorPolitan – Kab. Bogor,
Proyek pembangunan di RSUD Leuwiliang menurut kami sangat terindikasi jelas bahwa terjadi kejanggalan pada proses perencanaan hingga proses pembangunan. Hal ini dikatakan Badru Tamam, Koordinator Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor, pada saat berkumpul sejenak ketika akan berangkat melakukan aksi di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kamis 17/09/2020.

“Kami menduga adanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme didalamnya” ungkap Badru.
Menurut Badru, kejanggalan ini terlihat dari perubahan Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) menjadi Tiang Pancang pada mega proyek perluasan pembangunan RSUD Leuwiliang.
“Kami sudah mencoba melakukan audiensi ke pihak RSUD Leuwiliang, untuk meminta menunjukkan berkas perubahan itu, namun pihak RSUD Leuwiliang hingga kini tidak berani menunjukkan berkas yang kita minta,” ujarnya.
Disini (depan RSUD Leuwiliang-red), Badru menambahkan, kami cuma memberitahukan kepada masyarakat luas, bahwa ada masalah yang masyarakat harus tahu disini.
“Kami akan segera bertolak ke Cibinong untuk bergabung dengan kawan-kawan HMI MPO Cabang Bogor bersama Ketua Umum Wildan Nugraha dan akan melakukan aksi disana,” tandasnya.
Tuntutan HMI MPO Cabang Bogor ;
1. Meminta agar proyek pembangunan tersebut dihentikan untuk sementara waktu.
2. Mendesak agar Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor maksimalkan fungsinya dalam rangka pengawasan dalam proyek pembangunan tersebut.
3. Mendorong agar aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah serius dalam menyikapi persoalan tersebut di atas.
4. Tangkap, adili dan penjarakan oknum yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
Ketua umum HMI Mpo cabang Bogor Wildan Nugraha
(And)






