BogorPolitan – Ciomas
Laporan : Dharmawan,
Percepatan Vaksinasi terus dilakukan pemerintah dalam rangka membentuk Herd Immunity memberi kekebalan tubuh agar tidak terpapar dari Covid 19.
Sebagaimana yang dilaksanakan Pemdes Sukaharja bersama Polsek Ciomas lakukan percepatan vaksinasi dengan jemput bola keliling dengan menggunakan 2 mobil siaga menyisir ke wilayah rw rw menjemput warga untuk lakukan vaksinasi belum lama ini.

Ditemui di lokasi Kp. Rw. 05 Kp. Cipayung Desa Sukaharja Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Kades Sukaharja Rahmat Jebenk kepada media ini mengatakan hari ini kita laksanakan giat vaksin menyisir pelosok-pelosok mengajak warga yang belum divaksin.
“Penyisiran ini kita lakukan karena memang tinggal sedikit warga yang belum divaksin, maka kita terjun langsung mobilisasi supaya target kita bisa segera mencapai 90 persen, saat ini Desa Sukaharja vaksinasi sudah mencapai 82 persen,” terang Jebenk.
Dia menegaskan Mobilisasi Vaksin ini akan terus dilakukan dengan menggunakan 2 mobil siaga, bila masih ada warga yang belum tervaksin akan kita sisir terus untuk bisa melaksanakan vaksinasi dan penyuntikan Vaksin dilaksanakan didalam Mobil Siaga.
“Sampai tadi pada Pk. 12.00 kita sudah bisa memvaksinasi 60 warga di 2 rw, yaitu di Rw 5 dan Rw 6, setelah ini kita lanjut ke rw lainnya, karena target kita sebanyak-banyaknya, dan vaksin ini dikhususkan untuk Dosis 1 jenis Vaksin Sinovac, sebagai apresiasi bagi warga yang divaksin kita berikan Beras sekantong,” ucapnya.
Kades Jebenk menghimbau agar masyarakat mengikuti aturan pemerintah karena Bupati Bogor sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk Bantuan Sosial tidak akan diberikan bila tidak menunjukan bukti atau Surat Keterangan Vaksin/Sertifikat Vaksin, begitupun untuk pelayanan administrasi sama, kecuali sakit, punya kronologi penyakit dengan dibuktikan Surat Keterangan Dokter.
“Harapannya masyarakat supaya tuntas vaksin, intinya masyarakat kita untuk Desa Sukaharja khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan terbebas dari paparan Covid 19,” pungkasnya.
Editor : KA






