Bogorpolitan, Cibinong
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dari lingkup keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas pangan.
Langkah ini dinilai penting sebagai antisipasi terhadap situasi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan dunia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan, kondisi geopolitik global saat ini berpotensi berdampak pada distribusi pangan, sehingga masyarakat perlu mulai membangun kemandirian pangan dari lingkungan rumah tangga.
“Ketika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berpengaruh pada ketersediaan pangan. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujar Teuku saat berdialog dalam Podcast Sora Bogor yang diselenggarakan Diskominfo Kabupaten Bogor.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menanam sayuran, cabai, umbi-umbian hingga tanaman buah di sekitar rumah dapat menjadi sumber pangan alternatif bagi keluarga.
Selain membantu menjaga ketersediaan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Teuku menjelaskan, gerakan pemanfaatan lahan pekarangan ini sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah agar lebih produktif.
Sebagai bentuk edukasi, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga telah menyiapkan berbagai contoh miniatur urban farming yang dapat dijadikan referensi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan.
“Kami membuat beberapa contoh urban farming agar masyarakat bisa melihat langsung bagaimana memanfaatkan ruang terbatas untuk menanam. Dengan cara sederhana, pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan keluarga,” jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat.
Jika setiap keluarga mulai menanam dan memiliki cadangan pangan sendiri, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat.
“Ketahanan pangan akan lebih kokoh jika dimulai dari rumah tangga. Ketika setiap keluarga memiliki sumber pangan sendiri, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai kondisi,” kata Teuku.
Pemkab Bogor berharap gerakan pemanfaatan pekarangan ini dapat terus berkembang di tengah masyarakat, sehingga selain meningkatkan ketersediaan pangan, juga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.






