Merasa Dicurangi, H. Deni Pinta APH Usut Tuntas Mafia Proyek IPB

0
1,727 views

BogorPolitan – Kota Bogor,

Laporan : K. Andre

Pemenang tender proyek bernilai puluhan milyar di Institut Pertanian Bogor (IPB) diduga tak luput dari permainan Mafia Proyek. Hal ini seperti yang diungkapkan H. Deni, salah seorang pemilik perusahaan yang merasa dicurangi oleh pihak Pokja IPB, pada salah satu Rumah Makan di Kota Bogor, Selasa 14/07/2022.

H. Deni menuturkan, selama ini dirinya merasa dicurangi oleh pihak IPB karena kuat dugaannya ini akibat ulah Oknum Mafia dalam tender proyek IPB, yang meloloskan PT Abadi Prima Inti Karya (PT.APIK) yang notabene diduga kuat Black list atau masuk dalam Daftar Hitam Pemerintah.

“Namun PT. APIK menang lagi dalam tender proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Sekolah Vokasi IPB Cilebende, Kota Bogor, tahun 2022 senilai Rp 47.807.019.000.00,” ujarnya.

Sementara PT. Abadi Prima Inti karya (APIK), Deni melanjutkan, sebagai pemenang tender senilai Rp 47.320 145 .000.00 di Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan memenangkan dua tender selang waktu 7 hari.

Masih menurutnya, pada tahun 2021 perusahaan PT. APIK sudah secara sah telah mengundurkan diri sebagai pemenang tender proyek di Universitas Terbuka (UT), karena PT APIK tidak dapat menyanggupi sebagai Pelaksana pemenang tender proyek pada pekerjaan, pembangunan dan rehabilitasi bangunan jalan dan jembatan dan pengadaan furniture senilai Rp.75.374.382.000,00,-.

“Untuk menyakinkan publik agar Clear and Clean, saya minta kepada para pihak Aparat Penegak Hukum (APH) baik di Tipikor, Kejagung dan semua dapat mengevaluasi dan memeriksa semua dokumen perusahaanya. Termasuk perusahaan saya, silahkan diperiksa,” tegas H. Deni.

Sementara, saat tim media menghubungi Dede, selaku Pokja IPB melalui sambungan telepon seluler, mengarahkan untuk konfirmasi ke Bagian Humas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini