Anggaran Dana BOS SMA dan SMK Jangan Disamakan

Bogorpolitan – Kota Bogor.

Dana anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA dan SMK, rupanya menjadi suatu dilema bagi salah satu Kepala SMK Negeri yang ada di Kota Bogor. Pasalnya, dana BOS yang jumlahnya hanya 1,4 juta/siswa/tahun, dirasa tidak cukup untuk biaya-biaya minimal yang harus ditanggung oleh pihak sekolah.

Joko Mustiko selaku Kepala SMKN 2 Kota Bogor mengatakan kepada Bogorpolitan, Kamis 21/02/2019 bahwa, seharusnya dana BOS SMA dan SMK jangan disamakan, karena mengingat di SMK ada kegiatan prakteknya.

“Saya rasa dana BOS SMK yang jumlahnya 1,4 juta/siswa/tahun masih banyak kekurangan, terutama untuk kegiatan praktek belajar siswa, terlebih di bagian jurusan mesin, dimana dalam realisasinya harus menggunakan listrik dengan pemakaian yang banyak,” keluh Joko.

Sekolah gratis kadang membuat bingung pihak sekolah, karena biaya yang harus dialokasikan sekolah, terutama untuk SMK sangat besar, terlebih dalam pelaksanaan pelajaran praktek siswa.

“Kami berharap agar dana BOS SMA dan SMK jangan disamakan, mengingat sekolah SMK itu ada kegiatan praktek, sedangkan SMA tidak ada, jadi jelas untuk pengalokasian dana atau pembiayaan sekolah pasti akan lebih besar SMK dibandingkan SMA, setiap kebijakan itu harus diakomodir dari bawah, mengedepankan kebutuhan prioritas sekolah sesuai peruntukannya,” harap Joko.

“Untuk mengimplementasikan pendidikan gratis dengan ditunjang sekolah yang bermutu, maka pemerintah harus bisa mewujudkan kebutuhan minimal atau kebutuhan dasar sekolah, lalu dana BOS tidak dibatasi Asnap, hal inilah yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah untuk keluar dari kecarut-marutan dunia pendidikan,” pungkas Joko.
(Eis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!