Bogorpolitan – Ciomas,
Laporan : Dharmawan ||
Pada Rabu (25/1) dalam rangka Workshop Program Anabuki College kunjungi SMKN 1 Ciomas. Acara yang dilaksanakan di Aula Sekolah tersebut dihadiri Kepala SMKN 1 Ciomas Mahdi M.Pd, Pengawas SMK KCD Wilayah 1 Dina Marta Tiraswati M.Pd, Pengawas Pembina SMKN 1 Ciomas Hartana M.Pd, Kepala SMKN 52 Jakarta, SMKN 1 Puncak Bogor, SMK IBG Bogor, Para Wakil Kepala SMKN 1 Ciomas, perwakilan para siswa dan orangtua siswa serta rombongan Anabuki College Jepang.

Dalam sambutannya Pengawas SMK KCD Wilayah 1 Dina Marta Tiraswati mengatakan dirinya mendampingi kunjungan Anabuki College dari Jepang yang berkunjung ke SMKN 1 Ciomas.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini menandakan bahwa warga SMK sudah membuka diri memberikan peluang Global pada para peserta didik karena saatnya kita memberikan kesempatan belajar dan meningkatkan kompetensi diri, jangan terlena di zona nyaman karena tantangan kedepan itu sangat kuat,” papar Dina mengawali sambutan.
Mau tidak mau hayo sama-sama belajar dan dimana sumbernya yang penting ada kemauan untuk merubah diri dan untuk kemajuan bangsa, tegasnya.
Dina menyebut kerjasama dengan Anabuki College sudah sejak tahun 2019, angkatan 1 memberangkatkan 15 Kepala Sekolah, kemudian ditahun 2020 terkendala Covid tidak aktif 2 tahun itu, memberangkatkan 6 SMK dari Kabupaten Bogor, diluar Kabupaten Bogor ada 12 SMK yaitu dari Cianjur, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat itu yang sudah MoU dengan Anabuki College.
“Saya setiap tahun ke Anabuki College berkunjung kesana untuk memastikan keadaan siswa baik-baik disana dan sudah banyak sudah terbukti,” ucapnya.
Tujuan mereka datang kesini, sambung Dina ingin memperkenalkan program-program yang sudah dilaksanakan kerjasama Anabuki College dengan SMK SMK di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bogor.
“Perlu kita cermati bagaimana kita akan berkembang, kalau hanya di zona nyaman, mari kita tingkatkan Kompetensi diri, jangan takut dan ragu untuk hijrah sejenak mohon pengertian dan dukungan dari orangtua siswa karena kami tidak bisa bergerak tanpa seijin bapak/ibu,” harap Dina.
Mahdi Kepala SMKN 1 Ciomas menuturkan dirinya baru sebulan lalu berkunjung ke Anabuki College.
“Bahwa Program SMKN 1 Ciomas salah satunya Implementasi Kurikulum adalah berwawasan global, siswa kita belajar ke negara maju. Jepang itu termasuk negara G 7 bukan kaleng-kaleng jadi siswa bisa belajar kuliah sambil bekerja disana,” urai Mahdi.
Ia menegaskan pada siswa-siswinya untuk berani maju diluar, jangan nyaman diwilayah sendiri tingkatkan Kompetensi diri diluar negeri.
Diketahui Program Keahlian di SMKN 1 Ciomas ada 5 Jurusan yaitu Animasi, Otomotif, Welding, Rekayasa Perangkat Lunak dan Broad Casting.
“Semua kesempatan terbuka, saya ingin di Bulan Oktober tahun ini minimal 2 siswa/i SMKN 1 Ciomas berangkat ke Jepang,” tegasnya.
Mahdi memohon kepada para orangtua siswa yang turut hadir untuk mendukung dan melepaskan anak-anaknya.
“Jangan punya prinsip makan tidak makan kumpul di Bogor, mohon rubah itu mulai sekarang putra-putri Bogor, Go To Jepang supaya maju, nanti sudah berhasil kembali ke Bogor,” imbuhnya.
Terkait pembiayaan Mahdi mengatakan bila ada kesulitan sekolah nanti bisa membantu.
“Siswa yang benar-benar mau berangkat untuk Administrasi Pasport dan segala macam sekolah yang tanggung jawab,” ujarnya.
Dikatakannya siswa-siswi kita kuliah di Jepang selama 1,5 tahun. Dan ini tidak melalui perantara tapi langsung antara Anabuki College dengan SMKN 1 Ciomas.
“Ini kesempatan emas saya minta orangtua siswa untuk mensuport anak-anaknya. Bulan Februari ini kita pelatihan dan Oktober berangkat ke Jepang,” tegasnya.
Kemudian sambutan dari Direktur Anabuki College Mr. Hirofumi Kamemoto. Ia mendapat info SMKN 1 Ciomas mempunyai berbagai Jurusan dari Animasi, Broad Casting dan lainnya maka Anabuki College berkunjung ke SMKN 1 Ciomas dengan giat “Workshop Program Anabuki College”
Kamemoto menyebut Anabuki College mempunyai Sekolah Vokasi yang menitikberatkan pada Jurusan Animasi juga Conten Creator.
“Saya berharap ada siswa-siswi SMKN 1 Ciomas yang bisa belajar di Anabuki College untuk mempelajari Jurusan tadi” pintanya.
Kalau ada yang berminat dijurusan lain, seperti Otomotif atau Keperawatan Lansia bisa belajar di Anabuki dan setelah lulus bisa bekerja di Industri tersebut.
“Pelajar asing yang belajar ditempat kami termasuk dari Indonesia, belajar di Jepang untuk bisa berkarir di Jepang dan kami selaku Pimpinan Anabuki berupaya semaksimal mungkin agar semua siswa lulus dan terserap di Industri,” jelas Kamemoto.
Acara dilanjut dengan Presentase Sosialisasi Anabuki College dengan pemutaran Video tentang Anabuki College yang tersebar di Wilayah Tengah Barat Jepang tepatnya di Takamatsu, Tokushima Fukuyama dan Hirosima
Ada 14 Sekolah Vokasi dengan jumlah siswa 4742 orang, pelajar asing 649 orang. Dari Indonesia 16 siswa ambil Program Vokasi dan 41 siswa belajar Program Bahasa Jepang.






