BogorPolitan – Leuwisadeng,
Laporan : M. Ilyas ||
Adanya kemacetan di jalur utama Jalan Raya Leuwisadeng sepanjang lebih kurang 2 Kilo Meter, diduga karena adanya pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Kantor Pos dan Giro, yang kekurangan personil di Aula Kantor Kecamatan Leuwisadeng.

Karena kurangnya personil, hingga terjadi penumpukan para Penerima bantuan hingga meluber ke Jalan Raya, Jum’at 04/03/2022.
Kekurangan personil diakui Kordinator Lapangan (Korlap) Kantor Pos dan Giro Riyan, melalui pesan Whatsappnya.
“Pasukan kurang personil, demi kelancaran dan percepatan penyaluran, korlap jadi petugas juru bayar di Kecamatan Leuwisadeng,” tulis Riyan.

Selain adanya kemacetan, salah seorang Warga Desa Leuwisadeng Irmawati, yang mendampingi neneknya untuk mencairkan BPNT, merasakan ke khawatiran akan terpaparnya Covid-19 varian baru Omicorn.
“Ya takut sih pak karenakan berdesakan, dan tidak ada himbauan juga untuk jaga jarak, Katanya Omicron tapi kok berdesakan yah,” ungkapnya.
Irmawati berharap, penyaluran BPNT yang sesuai dengan aturan Pemerintah harusnya di berikan kepada Warga melalui kantor desa, atau dengan sistem ke rumah rumah.
“Kalau semuanya di satukan penyalurannya dikumpulkan di kantor Kecamatan seperti ini pasti membludak, kenapa gak di kantor desa saja atau secara door to door,” ucapnya.
Masih ditempat yang sama pendamping BPNT Kecamatan Leuwisadeng Cefi, enggan berkomentar lebih jauh, ketika ditanya terkait adanya KPM yang membeludak. Dirinya hanya menjawab penyaluran BPNT bagi KPM di 4 desa di Kecamatan Leuwisadeng.
“Ini penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tadinya BPNT, untuk warga Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Babakansadeng dan Sadengkolot,” pungkasnya.






