Ponpes Cinta Rasul Buka Kelas Tahfidzil Qur’an Berkemampuan Plus

0
1,363 views

BogorPolitan – Cibungbulang,
Laporan : Mohamad Ilyas ||

Sambut syukur kepulangan dua santriwatinya yang telah merampungkan hafalan Al Qur’an di Pondok Pesantren Putri Al-Baqoroh Lirboyo, Kediri, kini Ponpes Cinta Rasul Bogor mulai membuka pendaftaran santri baru kelas khusus Tahfidzil Qur’an Berkemampuan Plus.

Dikabarkan, keduanya baru saja diwisuda di Pondok Pesantren Putri Al-Baqoroh sebagai penghafal Al Qur’an (hafidzoh).

Bahkan, mereka juga berhasil merampungkan pelajaran Qiro’ah Sab’ah di pesantren yang diasuh oleh KH. Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus Ali, Nyai Hajjah Nur Hannah Zamzami, Gus Ahmad Kafabihi Mahrus, dan Ning Sheila Hasina Zamzami.

Menurut Pendiri dan Pengasuh Ponpes Cinta Rasul, H. Abdul Basit Mahfuf, kepulangan keduanya dijadikan momentum terbaik untuk membuka kelas Tahfidzil Qur’an Berkemampuan Plus di pondoknya.

“Kelas Tahfidzil Qur’an Berkemampuan Plus maksudnya, para santri nantinya tidak hanya diajarkan menghafal Qur’an hingga mutqin (mantap hafalannya), tetapi juga akan dibekali dengan kemampuan imla’ul Qur’an, i’robul Qur’an, hingga tafsirul Qur’an, bahkan Qiro’ah Sab’ah,” terang H. Abdul Basit Mahfuf, kepada BogorPolitan melalui pesan Whatsapp, Sabtu, 05/03/2022.

Dalam kesempatan itu, H. Abdul Basit Mahfuf menjabarkan makna imla’ul Qur’an, i’robul Qur’an, hingga tafsirul Qur’an, bahkan Qiro’ah Sab’ah. yang akan menjadi bekal kelak para santri.

“Imla’ul Qur’an adalah kemampuan menulis dan mendikte tulisan Qur’an dengan baik dan benar, I’robul Qur’an adalah kemampuan menganalisa tata bahasa Al Qur’an, dan tafsirul Qur’an adalah kemampuan memahami kandungan dan isi Al Qur’an.

Sementara Qiro’ah Sab’ah adalah metode membaca Al Qur’an berdasarkan atau mengikuti bacaan para imam qiro’ah yang dikenal dengan Imam Tujuh, yang masyhur itu,” jelasnya.

Kami ingin membekali para santri dengan kemampuan lebih (plus) dalam belajar Al Qur’an, lanjut H. Abdul Basit. “Tidak hanya mengajarkan membaca (iqro’ul Qur’an) dan menghafal yang memang sedang menjadi trend positif di masyarakat, tapi juga dengan kemampuan lainnya. Semoga bekal ini akan membawa manfaat bagi santri,” imbuh pria yang juga Ketua perkumpulan Pesantren NU Kabupaten Bogor (RMI-NU)

Sementara menurut Direktur Pendidikan Yayasan Masjid Jami’ An-Nur, institusi yang menaungi Ponpes Cinta Rasul Nadia A. Chairunnisa, SKM, lama belajar para santri di Kelas Tahfidzil Qur’an +++ atau berkemampuan Plus ini akan ditempuh dalam 3 hingga 6 tahun mondok.

“Tergantung kemampuan santrinya, mungkin akan terasa lama, tapi dengan metode belajar yang kami miliki, ditambah pola pendampingan dan pembiasaan yang terus-menerus serta variasi pelajaran yang tidak monoton. Insya Allah santri akan krasan (betah) ngaji selama itu,” ujarnya.

Dewan Pengajar di Pondok Pesantren
kami, masih kata Nadia, “adalah alumni dari pondok-pondok ternama di Tanah Air, di antaranya dari Pondok Lirboyo Kediri itu sendiri, Pondok API Tegal Rejo Magelang, Buntet Pesantren dan Kempek Cirebon, serta Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta.

Insya Allah seluruh pengajar di pondok kami ilmunya telah bersanad kepada para ulama tersambung hingga kepada Baginda Rasulullah _shollahu alaihi wasallam,” urainya.

Alumni Pondok Pesantren Sunan Pandanaran itu juga memaparkan, bahwa Pondok Pesantren Cinta Rasul kini menggunakan metode Baghdadiyah, Famy Bisyauqin, Muqoddam-an, Semaan, Deresan, dan lainnya,

“Agar santri bisa belajar Al Qur’an dengan baik, benar, dan menyenangkan. Pendaftaran santri baru di Ponpes Cinta Rasul sendiri baru akan dibuka pada Nisyfu Sya’ban 1443 atau 17 Maret 2022 ini. Terbatas hanya menerima 45 pendaftar terseleksi,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini