Pemkab Bogor Gelar GPM Istimewa di Cibinong, Sediakan 5,5 Ton Beras dan Bahan Pokok Murah

0
263 views

Bogorpolitan, Cibinong 

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2).

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sutriana, mengatakan pelaksanaan GPM merupakan arahan Rudy Susmanto guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” ujarnya.

Pada 2026, GPM Istimewa direncanakan digelar sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga akhir Februari, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sekitar tujuh kali.

Selain itu, masing-masing kecamatan ditargetkan menggelar GPM sebanyak 11 kali dalam setahun. Secara keseluruhan, pelaksanaan GPM di Kabupaten Bogor diproyeksikan mencapai 490 hingga 500 kali kegiatan sepanjang tahun.

Menurut Sutriana, GPM Istimewa difokuskan menjelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

Komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya.

Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi dari Pemkab Bogor, dengan besaran sekitar Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

Pada pelaksanaan kali ini, lebih dari 750 warga memadati lokasi kegiatan.

Stok yang disediakan antara lain 5,5 ton beras, 100 kilogram daging ayam, 100 kilogram daging sapi, 1.000 liter minyak goreng, 700 kilogram telur, 1.000 kilogram gula, serta masing-masing 80 kilogram cabai dan bawang.

GPM dilaksanakan tanpa sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan dengan pembatasan jumlah pembelian untuk pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang pada komoditas tertentu.

Salah seorang warga, Eka, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena harga sembako lebih murah dibandingkan di pasaran.

Ia berharap jumlah stok dapat ditambah dan pelaksanaan GPM diperluas ke lebih banyak wilayah serta digelar rutin setiap bulan.

Pemkab Bogor berencana kembali menggelar GPM Istimewa sebanyak lima hingga tujuh kali hingga menjelang Idul Fitri, menyesuaikan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini