BogorPolitan – Leuwiliang
Laporan : Ipay
Realisasi bagi Satu Milyar Satu Desa (Samisade) yang merupakan program unggulan Bupati Bogor, di Kecamatan Leuwiliang terserap sejumlah Sepuluh Milyar Tujuh Ratus Juta Rupiah, (Rp. 10.700.000.000,-) yang terbagi rata kecuali Desa Lewimekar.
Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Leuwiliang Hj. Onas Hestiani, di Aula Kecamatan, Selasa, 25/01/2022, sesaat setelah Acara Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2023.
“Untuk sebelas desa yang ada di kecamatan Leuwiliang semuanya mendapatkan dana samisade, dengan total sepuluh milyar tujuh ratus ribu, yang terkecil mendapatkan desa Leuwimekar hanya tujuh ratus juta, yang lainnya rata satu milyar,” terang Onas.
Menurut Onas, program Samisade tahun 2021 menjadi bahan pembelajaran untuk kedepannya, dengan memohon maaf jika ada miss komunikasi agar dapat dimaklumi.
“Kalau saya rasa samisade untuk tahun kemarin sebisa mungkin karena kami awal, yang rata-rata kepala desa baru, mungkin ini tahap pembelajaran bagi kami semua, jadi kalau ada kekurangan nya ataupun ada miss komunikasi kami. mohon mengerti kepada kami, karena kami ini terlebih saya sebagai wakil kepala desa mungkin juga sama halnya seperti itu,” ucapnya.
Mengingat masih banyaknya Infrastruktur yang belum terjamah, untuk pelaksanaan usulan tahun 2022, semua Desa se-Kecamatan Leuwiliang mengusulkannya, Onas pun berharap Samisade kedepan lebih baik.
“Usulan untuk tahun 2022 sudah semua diusulkan, dan telah masuk, dengan rata-rata pengajuan infrastruktur, karena masih babanyak infrastruktur yang belum terjamah, saya berharap smisade ke depan lebih bagus lagi, dengan berbekal pengalaman yang telah lalu,” ujarnya.
Sebelumnya, di Kantor ATR/BPN Bogor Barat, Direktur Eksekutif Forum Perencanaan dan Percepatan Strategi Penataan Daerah Persiapan Otonomi (FORECAST) Kabupaten Bogor Barat, Drs. Lulu Azhari Lucky atau Ki Jalu mengingatkan dengan tegas.
Jika program yang dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, tidak tertutup kemungkinan kasusnya akan naik ke Kejaksaan, serta pihaknya mendukung penuh akan hal itu.
“Banyak juga program yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, tidak tertutup kemungkinan kasus akhirnya ada di kejaksaan, dan Ki jalu akan mendukung penuh kepada kejaksaan untuk memeriksa kepala desa tersebut siapapun orangnya kepala desa itu apabila pengerjaan program Samisade ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” tandasnya.





