BogorPolitan – Cibungbulang,
Laporan : M. Ilyas ||
Setelah sekian lama, Kepala Desa (Kades) Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Suwardi, yang sulit dikonfirmasi terkait pelaksanaan pembangunan Samisade dengan alasan sibuk, bahkan ketika hendak dikonfirmasi, Nomor Kontak Wartawan pun diblokir.

Akhirnya, Suwardi buka suara dengan mengakui adanya dugaan Kekurangan Volume dalam pelaksanaan Hotmix Jalan Kampung Cikonjen dan Pos, yang menggunakan Anggaran Dana Satu Milyar Satu Desa (Samisade) 2021, di Aula Desa Leuweungkolot, Kamis, 15/02/2022.
“Kemarin saya dapat telepon dari pak Camat, melalui Pak Dodi tentang ada kesimpangsiuran masalah pengukuran Samisade kemarin, ini memang 4 kali diukur ada kesalahan pengukuran, kemarin kami terakhir ngukur, bukan karena tidak percaya kepihak Kecamatan, TPK dan Kadus,” katanya.
Walaupun dugaan kekurangan Volume yang diakuinya berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Suwardi mengaku telah berkomunikasi dengan Camat.
“Setelah dikroscek langsung turun ke lapangan dengan TPK, Kadus dan Karang Taruna, luasnya itu ada 1.841,15, yang kita ajukan 1.842, kekurangannya kata pak Camat akan dibangunkan apa, ” jelasnya.
Terpisah, adanya dugaan kekurangan yang ditemukan oleh Ketua BPD, Sasan, yang menurutnya kekurangan tersebut telah dilaporkan kepada Kades Leuweungkolot berupa perbedaan antara Banner, dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) dengan pelaksanaan pasca Pembangunan.
“Jelas berbeda apa yang dipasang di Banner, apa yang direalisasikan berbeda, dan di RAB juga berbeda, dan ini juga kita sudah laporkan kepada Kepala Desa sesuai tupoksi masing-masing,” terang Sasan dirumahnya Kampung Curug.
Berdasarkan hitungan yang telah dilakukan pihaknya, Sasan mempertanyakan berapa sebetulnya serapan anggarannya.
“Kalau dipapan panjang 505, lebar 3 meter ketebalan 0,3, dengan anggaran 185.685.000,- ok, ini pasti akan berbeda dengan realisasi, realisasi di RAB ketemu anggaran tigaratusanlah, makanya kita punya itung-itungan, habisnya berapa sih?” tanyanya, Rabu 13/01/2021 lalu.
Lebih lanjut, Sasan beberkan dugaan temuannya yang telah dilaporkannya kepada Kepala Desa.
“Kalau memang sesuai aturan ya habis, plus plos tiga ratus sembilan tiga tujuh lima, kalau mengacu kepada RAB, banner kita kesampingkan, mungkin salah cetak atau apalah kita juga tidak faham dan sudah kita laporkan,” jelasnya.
Kalau emang akan dialihkan, lanjut Sasan, tetap harus dibuatkan berita acara, pertama itu, kedua mengacu di RJPMDes awal, yang menjadi prioritas.
“Artinya oh yang ini mah belum, sementara yang ini dilaksanakan, sebenarnya programnya Samisade, itu kan harus satu titik satu hamparan, itulah yang muncul kendala,” pungkasnya.






