
NARASITODAY.COM, JAKARTA — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor mempresentasikan program digitalisasi masjid melalui platform ISalaam di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Program tersebut bertujuan mendorong pengelolaan masjid yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi secara nasional.
Rombongan DMI Kabupaten Bogor diterima langsung oleh Menteri Bappenas Rachmat Pambudy yang didampingi Wakil Menteri serta sejumlah pejabat di lingkungan kementerian.
Dalam pertemuan tersebut, DMI Kabupaten Bogor bersama Founder ISalaam dan jajaran pimpinan Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) memaparkan konsep digitalisasi masjid melalui sistem berbasis aplikasi.
Ketua DMI Kabupaten Bogor Irwan Kurniawan mengatakan, program tersebut dirancang untuk mengembangkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas yang mendukung kehidupan sosial, kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, pengembangan tersebut didukung melalui sistem digital ISalaam yang memungkinkan pengelolaan masjid dilakukan secara lebih terintegrasi, termasuk melalui kolaborasi dengan DMI Syariah.
Selain digitalisasi, dalam kesempatan itu juga diperkenalkan program TALI ASIH (Tata Lingkungan Air Bersih) yang berfokus pada penyediaan fasilitas air bersih di lingkungan masjid.
Program ini bertujuan memastikan ketersediaan air yang bersih, suci, dan layak digunakan untuk kebutuhan ibadah, termasuk untuk berwudhu.
Irwan menambahkan, program digitalisasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya Satu Data Masjid Indonesia, sehingga pengelolaan dan pendataan masjid di berbagai daerah dapat dilakukan secara lebih tertib dan terintegrasi.
Menteri Bappenas Rachmat Pambudy menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai digitalisasi masjid dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa Kabupaten Bogor berpeluang menjadi lokasi percontohan atau pilot project nasional untuk implementasi program digitalisasi masjid dan pengelolaan lingkungan air bersih di rumah ibadah.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik serta memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.
DMI Kabupaten Bogor optimistis program tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga pengelolaan masjid di Indonesia dapat berkembang lebih modern, tertib, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





