Laporan : Eka Rufa ||
Cianjur – BogorPolitan.com,
Aliansi Pergerakan Peduli Cianjur (AP2C) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo, Pemerintah Kabupaten Cianjur. Dalam aksinya mereka mengkritisi sejumlah kebijakan dari Sekda Kabupaten Cianjur, Senin (30/05/2022).

“Banyak hal menjadi sorotan kami, khususnya kebijakan publik,” kata koordinator lapangan (Korlap) AP2C Dikdik Sodik.
Sementara itu, sorotan kebijakan AP2C tersebut diantaranya Sekda diduga melakukan pembiaran banyak temuan pelanggaran di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cianjur.
Kemudian, dugaan konspirasi pengadaan barang dan jasa pada kegiatan lelang yang diduga terjadí pengkondisian oleh Panitia Barjas, dugaan terjadi jampling pemenang lelang dibawah 80 persen (Jampling) dari pagu anggaran yang akan menyebabkan menurunnya kwalitas pekerjaan, lalu pengajuan kegiatan anggaran daerah harus melalui SIPD, sedangkan pihak Pemda Cianjur tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang mekanisme pengajuan SIPD.
“Sehingga dugaan pengkondisian anggaran untuk Pihak-pihak tertentu dalam realisasi anggaran daerah,” terangnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, H Cecep S. Alamsyah. M,Kes,. M.Si mengatakan, memang masih banyak yang harus diperbaiki di Kabupaten Cianjur Khususnya insfratruktur dan contohnya dipenataan Haurwangi masih banyak yang dibenahi karena terkendalanya anggarannya dialihkan ke Covid.
Sehingga penataan insfratruktur terganggu dan mudah-mudahan tahun ini bisa segera dimulai kembali.
Hal lain tentang pendidikan dan tenaga kerja dan semuanya konsumtif.
” Dan memang kita perlu masukan-masukan, apa info itu benar atau Hoax dan ini penting sebagai feedback kami untuk bisa membenahi kekurangan kami. Kami sangat merespons positip seperti tadi ada dari unsur kepemudaan dan ormas yang menjadi acuan untuk kemajuan Kabupaten Cianjur, kita lihat nanti progresnya saja bagaimana,” pungkas Sekda.






