BogorPolitan – Parung,
Berbeda dengan sekolah lain pada umumnya dalam penerimaan PPDB Online di Tahun Ajaran 2021-2022. Sebagaimana diketahui PPDB Online SMP Negeri calon siswa baru dapat mendaftar melalui beberapa jalur yaitu jalur zonasi 50 %, jalur prestasi 30 %, jalur afirmasi 15%, dan jalur perpindahan orangtua 5%.
Namun SMPN 2 Parung membuka PPDB Online jalur zonasi dengan quota sejumlah 60 %.
Sebagaimana dituturkan Dian R. Putra selaku salah satu Panitia PPDB SMPN 2 Parung Tahun Ajaran 2021-2022, kebijakan Zonasi 60 % karena agar lebih bisa mengakomodir lulusan sekolah dasar diwilayah sekitar sekolah.
“Jalur Prestasi jadi 20%, jalur afirmasi 15 % dan jalur perpindahan tugas orangtua/perbatasan 5 %,” jelasnya.
Masih kata Dian Pemberkasan Verifikasi dibuka sejak Senin (21/6) hingga Jum’at (25/6), orangtua siswa setelah melaksanakan Pendaftaran Via Online langsung melaksanakan Verifikasi.
Sebagaimana pantauan awak media, pelaksanaan Verifikasi terlihat lengang karena menurut Dian Verifikasi berkas lebih banyak melalui kolektif oleh Guru kelas 6 dari SD masing-masing.
” Satu orang Guru membawa sedikitnya 20 yang dikolektif dalam verifikasi berkas ini, satu hari paling hanya 6 guru yang melakukan verifikasi siswanya, sedang yang mandiri hanya sebagian kecil saja jadi tidak ada kerumunan dalam pelaksanaan Verifikasi ini,” paparnya.
Dian menambahkan sampai dengan saat ini sudah terdaftar sejumlah 270 calon siswa baru, sementara quota kita buka untuk 10 kelas sejumlah 360 siswa. Dian berharap siswa baru sejumlah 360 dapat mencapai target, quota terpenuhi.
“Alhamdulillah pelaksanaan PPDB Online berjalan lancar, tidak ada kendala hanya ada beberapa orangtua calon siswa yang kesulitan mendaftar via online terutama saat menentukan titik koordinat, kita siapkan operator untuk membantu sampai saat ini hanya ada 2 orangtua yang kita layani untuk daftar online,” jelasnya.
Kedepan tentunya kami berharap dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, sekolah kami sudah sangat siap PTM. Sarana dan prasarana sudah kami siapkan tenaga pendidik dan kependidikan pun sudah divaksin 2 kali. Intinya kami mengikuti kebijakan dan aturan yang pemerintah keluarkan,” pungkasnya.
Dharmawan






