‎Antusiasme Tinggi, LKS Kabupaten Bogor 2026 Dinilai Lebih Baik dan Lebih Merata

0
68 views

Bogorpolitan.com, Cibinong- Penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat Kabupaten Bogor tahun 2026 dinilai jauh lebih baik dan berkembang dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah peserta serta kualitas penampilan dan kemampuan yang ditunjukkan oleh para siswa dari berbagai SMK, baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

‎Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 13 Mei 2026 ini berjalan dengan lancar dan sukses besar.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Koordinasi Cabang Dinas (KCD) Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Budy Antoro, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh sekolah, padahal waktu persiapan dan sosialisasi yang dilakukan terbilang cukup singkat, yaitu hanya sekitar tiga minggu.

‎“Meski waktu sosialisasi singkat, antusiasme sekolah-sekolah sangat luar biasa tinggi. Hal ini tentu berkat dukungan penuh dari seluruh kepala sekolah yang senantiasa mendorong dan memotivasi siswanya untuk terus berprestasi dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Budy.

‎Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas dan menjamin kelancaran pelaksanaan, panitia membagi pelaksanaan lomba ke beberapa lokasi berbeda sesuai dengan jenis dan bidang keahlian yang dilombakan. Selain itu, penyelenggaraan ini juga melibatkan peran aktif dari para siswa, di mana pengelolaan teknis mulai dari pencarian tempat pelaksanaan hingga penentuan dewan juri diserahkan kepada Ketua Musyawarah Perwakilan Pelajar (MPP) masing-masing bidang keahlian.

‎Budy juga menjelaskan bahwa para siswa yang keluar sebagai juara di tingkat kabupaten nantinya akan ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Bogor untuk berkompetisi kembali dalam ajang LKS tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah dan seluruh pihak yang bergerak di bidang pendidikan sangat berharap para perwakilan ini dapat tampil sebaik mungkin, mengharumkan nama daerah, dan berpeluang besar melaju hingga ke tingkat nasional.

‎“Kami sangat berharap mereka bisa memberikan penampilan terbaik, membawa nama baik Kabupaten Bogor, dan berpeluang menembus kompetisi di tingkat nasional,” tambahnya.

‎Prestasi yang diraih dalam ajang ini juga memiliki nilai manfaat yang sangat besar bagi masa depan para siswa. Sertifikat kejuaraan yang diperoleh dapat digunakan sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui jalur prestasi, baik di bidang olahraga, seni, maupun keterampilan teknis, tanpa perlu mengikuti ujian seleksi masuk. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi nilai tambah yang sangat dihargai di dunia usaha dan dunia industri, sehingga akan sangat memudahkan para siswa untuk mendapatkan kesempatan bekerja setelah lulus nanti.

‎Keberhasilan pelaksanaan LKS tahun ini, menurut Budy, tidak lepas dari kerja sama yang sangat erat dan sinergis antar seluruh pihak terkait. Mulai dari kepala sekolah, guru pembimbing, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pengawas sekolah, pembina, hingga para perwakilan dari pihak KCD dan MKKS yang terlibat aktif baik sebagai panitia maupun anggota dewan juri.

‎“Sinergi dan kerja sama yang kuat ini menjadi modal utama dan kekuatan besar bagi kita semua untuk terus memajukan kualitas pendidikan kejuruan, serta menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang terdepan dalam hal prestasi,” pungkas Budy.


‎Sementara itu, Ketua MGMP Teknik Otomotif Kabupaten Bogor mengungkapkan Kusma Gumarang mengatakan untuk LKS bidang otomotif tingkat Kabupaten Bogor berlangsung hari ini dengan melombakan tiga mata keahlian utama, yakni Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), Teknik Sepeda Motor (Motorcycle Maintenance), serta Perbaikan Bodi Kendaraan (Body Repair). Kegiatan ini diikuti total 52 siswa yang berasal dari 18 SMK bidang keahlian otomotif se-Kabupaten Bogor.

‎Rincian peserta masing-masing cabang: Perbaikan Bodi diikuti 16 siswa, Teknik Sepeda Motor 21 siswa, dan Teknik Kendaraan Ringan diwakili peserta dari 2 sekolah. Setiap sekolah mengirimkan minimal 1 orang dan maksimal 2 peserta. Kepanitiaan kegiatan ini bersifat khusus untuk pelaksanaan hari ini.

‎”Penilaian berlangsung langsung dan hasil ditentukan hari itu juga. Parameter penilaian utama meliputi kecepatan kerja, ketepatan bongkar pasang komponen, hingga hasil akhir kerja. Untuk kategori kendaraan, penilaian intinya adalah apakah kendaraan dapat menyala dan berfungsi normal sesuai standar.

‎Para juri mencatat, tantangan utama peserta biasanya muncul karena kurang terbiasa dengan suasana kompetisi, serta kendala teknis berupa gangguan pada komponen—terutama bagian mekanik atau sistem kelistrikan yang sengaja dimodifikasi/diganggu sebagai materi uji. Masalah yang sering ditemukan antara lain kendaraan tidak mau menyala, atau menyala namun kinerjanya tidak normal sesuai standar operasional.

‎”Pemenang juara 1, 2, dan 3 akan ditetapkan dari hasil penilaian keseluruhan peserta, dan nantinya akan mewakili Kabupaten Bogor ke tingkat selanjutnya,” tukasnya. (AS)




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini