Bogorpolitan.com, Dramaga – Kondisi Jembatan Rawayan yang sudah tua dan sering bergoyang saat dilalui warga Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Jembatan penghubung antar kampung ini direncanakan akan dibangun kembali sepenuhnya dengan bantuan anggaran sebesar Rp200 juta.
Kabar baik ini bermula saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, berkunjung ke Desa Petir untuk melayat ke rumah duka salah satu warga setempat, Abah Bidong. Di kesempatan tersebut, seorang warga bernama Ami menyampaikan keluhan secara langsung kepada Gubernur mengenai kondisi jembatan yang sudah tidak layak pakai tersebut.
Kepala Desa Petir, Kecamatan Dramaga Sukardi mengungkapkan bahwa
Jembatan Rawayan yang memiliki ukuran panjang sekitar 10 meter, lebar 2 meter, dan ketinggian 7 meter, saat kondisi memprihatinkan.
Bangunan ini menjadi satu-satunya jalur penghubung utama antara Kampung Magrib dan Kampung Malimping, yang sering dilalui warga untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Karena usia bangunan yang sudah tua, struktur jembatan diketahui sudah rapuh dan terasa bergoyang setiap kali dilewati orang maupun kendaraan, sehingga menimbulkan rasa cemas bagi warga yang melintas.
”Keluhan yang disampaikan Ami langsung mendapat respon positif dan tanggapan cepat dari Gubernur Jawa Barat. Beliau berjanji akan memberikan bantuan dana pembangunan sebesar Rp200 juta, yang tidak hanya digunakan untuk membangun ulang struktur jembatan, tetapi juga untuk memperbaiki bangunan penahan tanah atau Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitarnya agar lebih kokoh dan aman,” ujarnya.
Sukardi, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi. Menurutnya, kunjungan Gubernur ke desanya membawa keberkahan besar bagi masyarakat setempat.
“Kami sangat bersyukur sekali, kedatangan Pak Gubernur ke desa kami ternyata membawa manfaat besar untuk warga. Keluhan kami didengar dan langsung mendapatkan solusi yang nyata,” ujar Sukardi.
Tindak lanjut dari janji tersebut sudah mulai dilakukan. Tim dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pembangunan Daerah (DPMBD) Provinsi Jawa Barat sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan survei teknis guna melihat kondisi secara langsung. Pihak Pemerintah Desa Petir juga sudah diminta untuk segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dokumen perencanaan lainnya, agar proses pembangunan bisa segera dilaksanakan dan selesai tepat waktu demi kenyamanan serta keselamatan warga.
“Kita berharap pembangunan Jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut bisa secepatnya terbangunkan,” tukasnya. (AS)






