NARASITODAY.COM, BOGOR – Pastikan ketersediaan stok beras dan stabilitas harga beras, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas pangan didampingi Pimpinan Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Barat dan Bulog Cabang Bogor turun langsung ke Pasar Dramaga dan pasar modern Yogya Dramaga.
Selain ke pasar Dramaga dan Yogya Dramaga Tim Satgas gabungan pangan juga mengunjungi gudang Bulog Cabang Bogor akan ketersediaan pangan beras dan minyak, pada Kamis (7/5)
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo mengungkapkan pihaknya bersama pimpinan cabang Bulog Bogor mendampingi kunjungan kerja Satgas pangan gabungan ke pasar tradisional pasar Dramaga, pasar modern Yogya Dramaga dan gudang Bulog Cabang Bogor.
”Kami bersama tim Satgas pangan melakukan pengecekan harga pangan di pasar tradisional pasar Dramaga menjelang perayaan hari raya Idul Adha, Secara umum harga pangan, beras, minyak dan beberapa komoditi strategis lainnya relatif stabil. hlHanya saja harga daging lagi naik sedikit, semoga setelah lebaran haji nanti harga daging kembali stabil,” ungkapnya.

Nurman menegaskan bahwa untuk stok beras di gudang Bulog Jawa Barat masih aman hingga tahun depan dan ada sekitar 780.000 ton. Tentunya Ini record positif sepanjang sejarah berdirinya Bulog,
“Meskipun stok beras aman tetapi Perum Bulog sampai saat ini masih terus membeli gabah dari para petani lokal di Jawa Barat,” ujarnya.
Nurman mengungkapkan hasil pemantauan tim Satgas pangan di pasar moderen Yogya Dramaga, untuk pasokan dan ketersediaan pangan atau komoditi strategis relatif stabil. Meskipun untuk beras ada beberapa kenaikan, namun sedikit tidak signifikan.
“Kami perum Bulog terus mensuplai beras SPHP ke pasar tradisional dan pasar moderen, tujuannya untuk supaya harga beras tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Bulog menetapkan harga beras SPHP Rp 11.000/Kg, HET di Pasar maksimal Rp 12.500/Kg, dan beras medium HET Rp 13.500/Kg, jadi ada selisih Rp 1.000/Kg,” ungkapnya.
Bulog mendapat arahan dari Bapanas dan KSP, diminta untuk menjaga stok beras SPHP baik di pasar tradisional maupun di pasar modern.
“Kemudian kami juga diminta stok minyak yang ada di gudang agar di dorong ke pasar,” ujar dia.
Untuk distribusi Beras di Bogor saat ini sudah relatif merata. namun di pasar tradisional masih ada toko-toko yang belum bekerja sama menjadi mitra Bulog, Ini menjadi pekerjaan rumah.
Tentunya ke depan toko- toko di pasar yang belum bekerjasama akan didatangi kembali untuk diajak kerjasama untuk menjual beras SPHP.
“Target kami toko – toko yang belum menjadi mitra akan kami rangkul dalam rangka pemerataan distribusi beras SPHP serta untuk menjaga stabilitas harga beras sesuai HET di pasar,” tukasnya. (AS)






