Laporan : Dharmawan
Bogorpolitan.com – Kota Bogor
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor bersama Ketua LPM Kelurahan Cikaret, Iwo Supriyanto, serta Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Cikaret melakukan peninjauan sekaligus mendampingi kegiatan kerja bakti perbaikan tembok penahan tanah (TPT) yang jebol akibat diterjang banjir, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan warga setempat yang secara gotong royong melakukan penanganan darurat pada titik TPT yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas serta mengantisipasi kerusakan susulan di wilayah terdampak.
Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Cikaret beberapa hari lalu diketahui terjadi akibat meluapnya aliran sungai saat debit air meningkat dan mengalami pasang setelah hujan deras mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya.

Kehadiran pihak kelurahan, LPM, dan Dinas PUPR menjadi bentuk perhatian langsung terhadap kondisi masyarakat pascabanjir.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Kota Bogor masih cukup tinggi.
Selain mendampingi kerja bakti, Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) DPC Bogor Raya bersama jajaran Dinas PUPR Kota Bogor dan LPM Kelurahan Cikaret turut melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir.
Peninjauan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekaligus mendorong adanya solusi konkret agar banjir tidak kembali terjadi ketika debit air sungai meningkat saat hujan dengan intensitas tinggi.
Nia Indriati Sekretaris FJP2 menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di lapangan bukan hanya untuk melihat kondisi pascabanjir, tetapi juga mempertanyakan langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah.
“Kami datang ke lokasi ini selain untuk melihat langsung dampak banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Cikaret, juga ingin mempertanyakan kepada pihak PUPR mengenai solusi yang akan dilakukan agar banjir tidak terus berulang ketika curah hujan tinggi dan air sungai meluap,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat kondisi bantaran sungai dan saluran drainase di sekitar permukiman warga yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Normalisasi aliran sungai serta peningkatan kapasitas drainase disebut menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan untuk meminimalisasi risiko banjir di masa mendatang.
Perwakilan Dinas PUPR Kota Bogor “menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi aliran sungai dan sistem drainase di kawasan tersebut. Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan hasil kajian lapangan.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cikaret H.Iwo Supriyanto berharap adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sosial agar penanganan banjir dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Kerja bakti dan peninjauan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.






