Laporan : Solihin GP
BogorPolitan.com, Budaya
Pemerhati sosial budaya dan pemuda Kabupaten Bogor, Aria Putra Mada, menyoroti memburuknya etika di kalangan generasi muda.
Ia menyebut melemahnya tata krama, hilangnya sopan santun, dan berkurangnya penghormatan terhadap adat istiadat sebagai sinyal bahaya bagi masa depan bangsa.
“Bangsa ini tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi oleh adab. Jika etika runtuh, maka peradaban ikut goyah,” tegasnya.
Identitas Lokal Terpinggirkan
Aria Putra Mada juga menilai sejarah dan budaya lokal semakin kurang mendapat tempat dalam pendidikan formal.
Banyak anak muda lebih mengenal budaya luar daripada jati diri daerahnya.
“Jika anak-anak tidak mengenal asal-usulnya, mereka akan mudah kehilangan arah. Sejarah lokal adalah fondasi karakter bangsa,” ujarnya.
Darurat Bullying di Sekolah
Ia turut mengecam maraknya kasus bullying yang kini menjadi persoalan nasional.
“Bullying bukan candaan, tetapi kekerasan mental yang merusak karakter dan masa depan anak,” katanya.
Seruan Aksi Nyata
Aria PUTRA Mada mengajukan lima agenda penting untuk memulihkan etika dan jati diri generasi muda:
1. Revitalisasi pendidikan karakter berbasis adat dan budaya lokal
2. Integrasi sejarah daerah ke dalam kurikulum
3. Gerakan nasional literasi etika digital
4. Program anti-bullying berkelanjutan
5. Penguatan peran keluarga sebagai benteng moral
“Membangun bangsa dimulai dari membangun manusia. Etika adalah pilar peradaban,” pungkasnya.***






