Presiden Jokowi; Indonesia Kehilangan Seorang Tokoh Wanita Terbaik

0
589 views

Bogorpolitan – Jakarta,

Indonesia berkabung atas berpulangnya Ibu Negara ke-6 Republik Indonesia, Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono). Istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini berpulang pada Sabtu, 1 Juni 2019 atau bertepatan dengan tanggal 27 Ramadan 1440 Hijriah dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyebut bahwa kepergian Ibu Ani Yudhoyono membuat bangsa Indonesia kehilangan salah seorang tokoh wanita terbaiknya. Kiprah Ibu Ani semasa menjadi Ibu Negara telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Kita, bangsa Indonesia, telah kehilangan salah seorang tokoh wanita Indonesia terbaik. Seorang Ibu Negara yang penuh kasih sayang, pejuang kemanusiaan yang tulus, ibu dari sebuah keluarga panutan yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai seorang ibu, seorang istri, dan ibu negara,” ujarnya saat memberi sambutan di upacara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono pada Minggu, 2 Juni 2019, di TMP Kalibata.

Kehadiran seluruh pihak dalam upacara pemakaman yang dilaksanakan secara militer tersebut, menurut Presiden, dilakukan sebagai penghormatan terakhir atas kiprah dan jasa-jasa Ibu Ani semasa hidupnya. Hal ini juga sebagai bentuk penghargaan dari negara atas pengabdian almarhumah kepada negara.

“Kita hadir di sini, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan negara dan pemerintah atas jasa, darma bakti, serta pengabdian almarhumah kepada negara dan bangsa semasa hidupnya,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga mengungkapkan penilaian pribadinya tentang almarhumah selama ini. Jokowi menyadari bahwa tidak mudah untuk mendampingi Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono semasa bertugas. Namun, hal itu mampu dijalankan almarhumah dengan sangat baik dan penuh kesetiaan.

“Sepanjang hayatnya diabadikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Almarhumah adalah istri yang sangat setia dalam suka dan duka, melewati hari-hari yang tidak mudah dalam mendampingi Presiden ke-6 Republik Indonesia dalam membangun bangsa dan negara yang kita cintai,” kata Presiden.

Semasa hidup, Ibu Ani juga dikenal gigih memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Dia juga menginisiasi beragam program untuk membantu dan memberdayakan masyarakat. Atas jasa-jasanya itulah, pemerintah pada tahun 2011 menganugrahkan bintang Mahaputra Adipradana kepada almarhumah.

“Almarhumah aktif dalam memberantas buta huruf, mengembangkan kerajinan nasional, serta memberdayakan dan menyejahterakan keluarga, terutama kaum perempuan dan anak-anak. Almarhumah juga aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, budaya, dan meningkatkan rasa kepedulian kepada masyarakat di daerah-daerah bencana, daerah konflik, dan daerah perbatasan,” ucapnya.

Kepala Negara kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan terima kasih dan penghormatan tertinggi atas pengabdian almarhumah selama ini kepada bangsa dan negara. Presiden juga berharap agar Allah SWT menempatkan almarhumah di tempat terbaik dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya.

“Flamboyan telah pergi. Namun, akan tetap hidup di hati kita semuanya, rakyat Indonesia yang mencintainya,” ujar Presiden Joko Widodo, mengutip syair salah satu puisi berjudul “Flamboyan” yang ditulis SBY untuk Ibu Ani semasa hidupnya.

Reporter : Erwinsyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini