Kelas di SMA 1 Ciampea Rubuh Timpa Siswa, KCD Wilayah 1 : Biaya Rumah Sakit Ditanggung Pemerintah

BogorPolitan – Ciampea,

Tujuh siswa SMA Negeri 1 Ciampea yang tertimpa ruang kelas yang rubuh dan dilarikan ke RSUD Leuwiliang ditanggung Pemerintah

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Abur Mustikawanto, di lokasi musibah, Kamis 14/03/2024.

“Sekira pukul 10.00 WIB, material ruang yang roboh menimpa tujuh orang siswa kelas 11-9. Tiga orang siswa mengalami luka serius dilarikan ke RSUD Leuwiliang dan empat lagi diobati secara tradisional,” jelasnya

Kepala KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Abur Mustiwanto menjelaskan, dirinya mendapat informasi ada ruang kelas yang roboh dan menimpa siswa SMA Negeri 1 Ciampea. Setelah dicek ternyata ruang tersebut merupakan ruang Laboratorium yang digunakan kelas siswa untuk kegiatan belajar.

“Siswa yang terluka ada tujuh orang dan tiga orang siswa mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang. Kita juga akan langsung membesuk siswa yang terluka di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Informasi, tambah Abur, saat jam istirahat ada 36 siswa memilih beristirahat di ruang Laboratorium. Tiba-tiba ruang kelas roboh dan menimpa siswa. Ruang kelas tersebut sudah diusulkan untuk pembangunan.

“Kita turut prihatin ada siswa kelas 11-9 yang terkena musibah. Untuk pengobatan siswa ditanggung oleh Pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ciampea, Sopan Guniadi menerangkan, saat kejadian hujan rintik-rintik dan siswa tengah beristirahat di ruang kelas usai mengikuti kegiatan Smatren.

Tiba-tiba atap kelas yang berbahan material baja ringan beserta genteng pres roboh dan mengenai siswa yang tengah beristirahat.

Seluruh siswa yang mengalami luka langsung dievakuasi dan dirinya melaporkan kejadian musibah tersebut ke KCD Jabar.

“Ada tujuh orang yang terkena material. Tiga orang siswa dilarikan ke RSUD Leuwiliang dan empat lagi sudah sembuh setelah mendapat pengobatan tradisional,” imbuhnya.

Sopan mengatakan, kelas tersebut merupakan bangunan tahun 2018 dan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan untuk dilakukan pembangunan. Dikarenakan keterbatasan ruang kelas, ruang Laboratorium tersebut untuk sementara digunakan ruang kelas.

“Paska kejadian tersebut kegiatan belajar mengajar diliburkan dulu. Ruang kelas yang roboh akan dilakukan evakuasi ruangan oleh tim BPBD Kabupaten Bogor,” tukasnya. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!