Cianjur, Bogorpolitan – Kapolsek Cilaku, AKP Hendrik, mengimbau para pekerja jalanan yang biasa membantu sopir di terminal untuk tetap bekerja secara santun tanpa unsur pemaksaan atau pemerasan. Menurutnya, mencari rezeki harus dilakukan dengan cara yang sopan agar tidak memberatkan pihak lain, terutama sopir angkutan umum.
“Silakan tetap beraktivitas seperti biasa, tapi jangan ada pemaksaan atau pemerasan. Kita sama-sama mencari rezeki, tapi harus dengan cara yang baik. Jika biasanya mendapatkan Rp5.000 per hari, ya disesuaikan saja, jangan sampai memberatkan sopir,” ujarnya.
Selain itu, AKP Hendrik juga menyoroti kondisi terminal bayangan yang masih semrawut akibat keberadaan travel gelap dan angkutan umum yang tidak berizin. Meski demikian, ia menegaskan agar tidak ada unsur kekerasan dalam penertiban di lapangan.
“Di bulan Ramadan ini, kita harus bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang. Jika ada tindakan kekerasan, sekecil apa pun, baik dari penumpang, calo, atau pihak lain, masyarakat bisa segera melapor ke Polsek atau pos pengamanan yang telah disiapkan,” katanya. Sabtu 22 Maret 2025
Menanggapi masih maraknya travel gelap yang beroperasi di malam hari secara kucing-kucingan, AKP Hendrik meminta agar pekerja jalanan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menindak kendaraan ilegal tersebut.
“Jika menemukan travel gelap, hentikan dengan cara sopan. Jangan sampai ada pemukulan atau tindakan kekerasan. Laporkan ke Polsek atau pos lalu lintas, nanti kami yang akan menindaklanjuti. Saat ini, belum ada keputusan terkait hukuman bagi travel gelap, namun kepolisian bisa melakukan penindakan berupa tilang,” tukasnya.






