SMK Nurul Hidayah 1 Alami Kendala Finansial di Pandemi Covid 19

0
792 views

BogorPolitan – Tamansari,

Sekolah swasta khususnya dimasa Pandemi Covid 19 ini sangat terkendala dalam biaya operasional sekolah sementara pembelajaran harus tetap berjalan, apalagi sekolah swasta menengah ke bawah sangat terasa dampak dari Pandemi Covid 19 ini.

Dampak Covid 19 ini sangat dirasakan memberatkan sekolah swasta sehingga mengalami kesulitan finansial, sekolah swasta mengalami penurunan pendapatan, ini diakibatkan diantaranya penurunan SPP karena akibat dari orangtua siswa yang terdampak.

Salah satunya adalah SMK Nurul Hidayah 1, sekolah yang berlokasi di Jl. Kapten Yusuf Kp. Sukamanah Tamansari Kabupaten Bogor tersebut mengalami kendala finansial untuk biaya opersional sekolah, sebagaimana yang disampaikan Kepala SMK Nurul Hidayah 1 Yudi Setiadi SH, MM pewarta belum lama ini.

“Agar terus berjalan proses pembelajaran di sekolah, yayasan harus memutar otak, yayasan sudah 6 bulan berjalan menutupi operasional sekolah. Setiap bulan SPP yang masuk paling sekitar 5 siswa saja dari jumlah 350 siswa yang ada, ya paling banter 5% saja SPP yang masuk. Yayasan bukan nombokin lagi tapi sudah habis-habisan,” terang Yudi.

Oleh karenanya ia berharap pada Pemerintah untuk memperhatikan kondisi guru-guru khususnya guru sekolah swasta berbiaya rendah. Untuk guru yang sudah ferifikasi Insya Allah ada walau 3 bulan sekali mendapatkan honor dari pemerintah, tapi bagi guru honorer yang belum terferifikasi belum punya tunjangan dimohon untuk diberi subsidi kepada mereka bukan hanya quota tapi juga dalam bentuk yang lain, harap Yudi.

Biarpun guru tidak kesekolah, tapi mereka tetap mengajar memberikan materi pada anak-anak, kita hargai waktu mereka karena pendapatan mereka itu dari sekolah.
Oleh karenanya Yudi berharap ada perhatian dari Pemerintah untuk guru-guru swasta ini.

Walau dalam kondisi seperti ini, SMK Nurul Hidayah 1 tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa ini.

Terkait pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SMK Nurul Hidayah 1 Yudi menuturkan karena keinginan orangtua dalam pembelajaran ini dilaksanakan dengan Luring, kendalanya mereka keberatan dengan Quota kedua sinyal juga tidak bagus jadi kami 100% melaksanakan pembelajaran Luring.

“Anak-anak seminggu sekali kesekolah untuk mengambil tugas, dan diserahkan diminggu selanjutnya sekaligus mengambil tugas yang baru,” jelasnya.

Kalau untuk PTS mudah-mudahan bisa dilaksanakan dengan Daring. Rencana PTS dilaksanakan diakhir September atau awal Oktober 2020.

“Mudah-mudahan bantuan Quota Internet dari Pemerintah sudah turun, sudah kita daftarkan didapodik untuk bantuan Quota tersebut, sehingga saat PTS anak-anak bisa terbantu dan bisa melaksanakan PTS Daring,” harap Yudi.

Kita sudah sampaikan pada orangtua, karena kondisi pendemi yang semakin naek kurvanya mau tidak mau kita akan melaksanakan PTS Daring, kita akan gunakan Google Form karena aplikasi ini tidak memakan banyak quota.

“Namun walau bagaimanapun kita melihat kesiapan orangtua, ada 10% siswa yang tidak mempunyai HP yang mendukung dan yang tidak punya Quota nanti bisa datang kesekolah untuk melaksanakan PTS. Ada beberapa ruang yang cukup luas, jadi anak bisa melaksanakan PTS disekolah dengan Protokoler Kesehatan Covid 19 memakai masker dan harus berjarak. Jadi yang tidak punya HP dan tidak ada quota bisa datang kesekolah nanti kita jadwalkan,” ucap Yudi.

Dharmawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini