BogorPolitan – Tamansari,
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di SMAN 1 Tamansari Kabupaten Bogor mengikuti arahan dari Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di masa Pandemi Covid 19.
Rena Supriyadi Waka Kurikulum didampingi Waka Humas SMAN 1 Tamansari Arif mengatakan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kami melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ dengan Moda Daring dan Luring.
“Sehingga dari arahan itu kita sekolah memberikan pembekalan pada guru-guru terkait aplikasi yang akan digunakan dalam PJJ Daring dan Luring ini. Jadi sebelum tahun ajaran baru sudah kita bekali guru-guru SMAN 1 Tamansari,” jelas Rena.
Arahannya kita mengikuti Kurikulum 2013 dimana dalam penilaiannya harus pul, mulai dari penilaian sikap, kemudian penilaian penggetahuan dan ketrampilan sehingga bagaimana kita melaksanakan semua dalam kondisi pandemi seperti ini.
“Untuk penilaian sikap itu bagaimana ? sementara kita tidak pernah ketemu, maka kita laksanakan dengan Zoom Meeting, Google Meet atau WA jadi kita bisa berinteraksi langsung dengan siswa, memang yang lebih intens kita laksanakan dengan WA karena tidak memakan banyak quota dan lebih mudah,” paparnya.
Jadi untuk daring kita berinteraksi langsung dengan siswa baik lewat Chat maupun lewat Google Class Room, sedang di luring guru memberikan modul, tugas anak bisa didownload dan belajar dirumah.
Jadi PJJ kami laksanakan dengan daring dan luring. Daring kita laksanakan pada hari Senen, Selasa dan Rabu sedang Luring dilaksanakn di hari Kamis dan Jum’at dengan pembelajaran dibatasi 4 jam hingga Pk. 11.45 WIB.
Diakui Rena dan Arif sinyal diwilayah Tamansari agak sulit, kadang bagus kadang hilang. Itu salah satu kendalanya.
Dikatakannya saat ini SMAN 1 Tamansari sedang melaksanakan PTS (Penilaian Tengah Semester). Mengantisipasi kendala sinyal dan keterbatasan Quota beberapa siswa kita persilahkan untuk melaksanakan PTS di sekolah.
“Dari 970 siswa hanya sekitar 10 siswa yang melaksanakan PTS disekolah. Sementara bagi yang melaksanakan Daring jika kesulitan sinyal anak-anak mencari Spot seperti di Telkom Tamansari yang menyiapkan Wifi gratis dan spot-spot lainnya yang terjangkau sinyal,” paparnya.
Diakhir perbincangan Arif dan Rena berharap dengan situasi sekarang ini mau tidak mau kita harus beradaptasi baik siswa maupun guru harus paham keadaan sekarang ini. Karena mau tidak mau kegiatan KBM menggunakan on line.
“Siswa bisa beradaptasi dan bisa mengikuti semua kegiatan KBM dengan baik dan tetap semangat dalam belajar. Dan kepada Pemerintah agar berupaya untuk memfasilitasi dengan kondisi sekarang ini, baik dari aturannya, bagaimana aturan itu mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar kemudian bagaimana menyediakan fasilitas kepada para siswa jangan hanya melihat atau memandang yang di Kota saja tapi lihat dipelosok yang sarana dan prasarananya kurang memadai,” pungkasnya berharap.
Dharmawan






